24.7 BPDB Kota Sukabumi, Kalak Yosep: Siap Hadapi Puncak Musim Hujan Januari – Februari 2026

SUKABUMITIMES.COM – Kepala Pelaksanaan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Yosep Sabaruddin mengungkapkan dengan tagline 24.7, pihaknya siap siaga 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu menjaga kota Sukabumi jika terjadi bencana.

Hal ini diungkapkan Kalak Yosep kepada sukabumitimes.com yang mewawancarai dikantornya pada Kamis (4/12/2025).

“Kita semua petugas BPBD sebenarnya tidak mempunyai waktu untuk beristirahat, apalagi mengingat kondisi saat ini, akhir-akhir ini hujan selalu turun dengan intensitas yang tinggi,” kata Kalak Yosep Sabaruddin.

Kalak menegaskan bahwa jika sewaktu-waktu ada laporan dari masyarakat terkait adalah bencana, maka akan segera melakukan tindakan -tindakan awal yang di rasa perlu.

“Jika ada laporan dari masyarakat terjadinya wilayah bencana, maka kita akan segera melakukan asesmen, penanganan kedaruratan, dan langkah lainnya untuk meringankan korban. Tentunya yang sesuai dengan tupoksinya, yaitu BPBD bertugas pada segi penanganan kedaruratan saja,”‘ kata Yosep.

Menurut Kalak Yosep sebagaimana mengutip dari BMKG, masalah cuaca itu sebenarnya sudah ada peringatan dini yang dikeluarkan dari pihak BMKG.

“Nah, menurut BMKG, untuk puncak musim hujan itu akan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Jadi awal Desember yang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi ini belum memasuki puncak hujan,” ujarnya.

Meskipun begitu, sebagai langkah awal antispasi supaya bencana tidak terjadi, BPDB Kota Sukabumi sudah membuat Surat Keputusan (SK) terkait siaga darurat.

“SK ini sampai April 2026 yang tentu saja sesuai dengan SK dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), ini sebagai bentuk antisipasi sejak dini,” jelasnya.

Kalak Yosep juga menerangkan, musibah yang terjadi di Sumatera, yakni di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat itu disebabkan adanya Siklon Tropis.

“Untuk saat ini, bibit Siklon itu menurut BMKG sudah ada atau ada tanda-tanda menuju ke arah selatan Indonesia, seperti Jawa dan Sumatera bagian selatan termasuk Sukabumi juga. Sehingga diperkirakan kalau muncul cuaca ekstrem, pasti akan sangat ekstrem,” terangnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *