SUKABUMITIMES.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bantargadung dalam beberapa hari ini bukan hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga membawa bencana.
Sekitar pukul 23.00 WIB, tanah di kawasan Kampung Cijagung RT 06 RW 07, Desa Bojonggaling, tiba-tiba bergeser dan mengancam permukiman warga. Akibatnya, empat rumah terdampak, terdiri dari dua unit mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak sedang. Meski kondisi bangunan tampak memprihatinkan, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, yang langsung turun meninjau lokasi, menyebutkan bahwa pergeseran tanah terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.
“Hujan lebat yang terjadi malam hari menyebabkan tanah bergerak dan berdampak pada empat rumah warga. Saat ini kerusakan masih dalam pendataan lanjutan,” ujar Sihabudin.
Hingga Jumat dan Sabtu pagi, kata Sihabudin tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, perangkat desa, Koramil, Polsek, serta warga sekitar masih melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.
Lebih lanjut Sihabudin, gunungan tanah yang bergerak perlahan masih terlihat, sementara material bangunan seperti genteng, kusen, dan tembok terlihat runtuh atau retak parah. Kondisi struktur tanah yang masih labil membuat petugas terus memasang himbauan agar warga tidak kembali ke area terdampak untuk sementara waktu.
“Kami sudah memberikan himbauan kepada warga agar tetap waspada, terutama mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan potensi longsor susulan masih ada,” jelas Sihabudin.
Setelah melakukan asesmen, tegas Sihabudin, P2BK Bantargadung langsung berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
“Adapun langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan antara lain, melakukan asesmen lapangan untuk memastikan dampak dan kondisi terbaru, koordinasi lintas instansi, baik dengan pemerintah desa, kecamatan, Koramil, dan Polsek, memberikan edukasi dan himbauan kewaspadaan kepada warga sekitar zona rawan,” tuturnya.
“Meski kondisi saat ini terkendali, warga masih memilih berjaga dan sebagian mengungsi sementara, mudah mudahan cuaca membaik dan tidak ada lagi kejadian susulan, kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pergeseran tanah,” tandasnya. (stm)






























