SUKABUMITIMES.COM – Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Sukabumi Hendi Wiryadi Comen secara resmi mengajukan usulan pembangunan sebuah tugu Pahlawan Ahmad Sanusi di wilayah Kota Sukabumi kepada Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.
Hal ini disampaikan Comen HW dalam pernyataan resminya dan diterima sukabumitimes.com pada Senin (10/11/2025).
“Di moment memperingati hari pahlawan 10 November ini, kami mengusulkan pembangunan tugu pahlawan nasional Ahamd Sanusi. Ini sebagai wujud kebanggaan dan penghormatan terhadap jasa seorang putra daerah dari Kota Sukabumi,” ungkap Comen HW.
Comen mengusulkan hal tersebut bukannya tanpa alasan, kita tahu bahwa KH Ahmad Sanusi sosok yang sangat berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan serta pendidikan keagamaan di daerah Sukabumi.
“Dan keberadaan tugu ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga Sukabumi untuk ikut berjuang dalam pembangunan dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih,” ujarnya.
“Kami merasa tergerak untuk mengabadikan nama KH Ahmad Sanusi lewat tugu sebagai simbol penyemangat bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi agar tidak hanya menghormati masa lalu, tetapi juga aktif membangun masa depan,” terang Sekretaris MPC Pemuda Pancasila dalam pernyataannya.
Masih ungkap Comen, Wali Kota Sukabumi pun akan mempertimbangkan usulan dalam program pengembangan ruang publik dan heritage kota.
“Bila disetujui, kami berharap supaya lokasi pembangunan tersebut di lokasi yang strategis, yakni di pusat kota akan dipilih agar tugu mudah diakses dan menjadi ikon kota,” tambahnya.
Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung proses usulan pembangunan tugu pahlawan ini.
“Semoga ini berjalan lancar mulai dari tahap desain, perencanaan anggaran, hingga pelaksanaan pembangunan,” imbuhnya.
Profil Singkat KH Ahmad Sanusi
Kyai Haji Ahmad Sanusi dilahirkan pada 18 September 1888 (atau 18 September 1889 menurut sumber lain) di Kampung Cantayan, Kecamatan Cikembar (kini Kabupaten Sukabumi).
Beliau mengembuskan nafas terakhir pada 31 Juli 1950.
Garis Keturunan: Putra dari KH Abdurrahim bin H. Yasin — pengasuh Pesantren Cantayan — yang memiliki garis ulama di wilayah Tatar Pasundan.
Pendidikan & Pengabdian:
Mengaji dan memperdalam ilmu agama sejak usia muda melalui pesantren di Jawa Barat.
Pernah belajar di Makkah dan bergaul dengan para ulama internasional.
Kembali ke Sukabumi dan aktif mendirikan pesantren sendiri, aktif dalam dakwah, pendidikan, serta gerakan kemerdekaan.
Karya & Pemikiran:
Produktif menulis, sekitar 126–200 lebih kitab/karangan dalam berbagai disiplin keilmuan.
Pemikir yang menggabungkan nuansa tradisional pesantren dengan semangat nasionalisme; dikenal sebagai mufassir yang memahami makna al-Quran terkait kemerdekaan dan harga diri bangsa.
Penghargaan:
Diangkat sebagai “Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia”.
Mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Utama dan Bintang Mahaputera Adipradana dari Pemerintah Republik Indonesia.
Keistimewaan untuk Sukabumi:
Sebagai ulama dan tokoh perjuangan dari wilayah Sukabumi, KH Ahmad Sanusi memberi teladan bahwa lokalitas tidak menghalangi kontribusi nasional.
Memiliki institusi pendidikan yang meneruskan namanya, seperti Institut KH Ahmad Sanusi (INKHAS) di Sukabumi.
Yang melatarbelakangi usulan pembangunan tugu Ahmad Sanusi antara lain untuk mengabadikan jasa KH Ahmad Sanusi sebagai pahlawan daerah dan nasional, sebagai ikon visual yang bisa menjadi pengingat publik bahwa Sukabumi memiliki putra-daerah yang berkiprah untuk bangsa.
“Kemudian sebagai motifasi bagi generasi muda Sukabumi agar aktif dalam pembangunan kota, pendidikan, keagamaan dan kemerdekaan. Memperkuat identitas Kota Sukabumi sebagai kota dengan jejak sejarah kemerdekaan dan keulamaan,” pungkasnya. (sya)































