Jembatan Darurat Goa Monyet di Jampangkulon Hanyut Diterjang Banjir Bandang, Akses Pertanian Lumpuh Total

SUKABUMITIMES.COM – Jembatan darurat Goa Monyet yang menghubungkan Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, dengan Desa Waluran, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, hanyut total diterjang banjir bandang pada Minggu (2/11/2025) malam.

Derasnya arus Sungai Cikarang sekitar pukul 23.30 WIB meluluhlantakkan jembatan bambu yang dibangun warga secara swadaya tersebut. Akibat kejadian itu, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa, luka-luka, maupun pengungsi.

Sekretaris Camat Jampangkulon, Dadun, menjelaskan bahwa banjir tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jampangkulon dan sekitarnya. Kondisi ini mirip dengan peristiwa banjir pada Maret 2025 yang juga merusak jembatan serupa.

“Jembatan ini sebelumnya sudah dibangun ulang secara gotong royong oleh warga pascabencana. Namun karena hujan deras dan arus sungai yang sangat kuat, struktur bambu tidak mampu menahan tekanan air,” terang Dadun.

Lebih lanjut Dadun mengatakan, putusnya jembatan di Kampung Bolenglang, RT 1 RW 6, Desa Tanjung ini membuat aktivitas warga lumpuh total. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan dua kecamatan.

“Dampaknya pun cukup luas, terutama pada sektor pertanian dan pendidikan,” ucapnya.

Masih kata Dadun, dampak lain yang terjadi pengangkutan hasil panen padi dari wilayah Waluran terhambat. Sekitar 340 hektare sawah berpotensi gagal panen karena akses traktor dan kendaraan pengangkut hasil bumi terputus.

“Sejumlah siswa SDN Pangkalan di wilayah Waluran kesulitan menuju sekolah, karena jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses terdekat,” tuturnya.

“Biasanya warga bawa hasil panen atau anak sekolah lewat situ. Sekarang mau lewat mana lagi?, warga berharap jembatan segera dibangun kembali,” kata Dadun. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *