World Clean Up Day 2025: Bukan Hanya Sapu dan Kantong Plastik, Ayep Zaki Ajak Warga “Bersihkan Hati” 

SUKABUMITIMES.COM — Dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2025, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memimpin upacara sekaligus membuka kegiatan kebersihan di Halaman Gedung Juang 45 pada Jumat (10/9/2025).

Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, ASN, pelajar, serta berbagai komunitas peduli lingkungan yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih serentak di Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan bahwa peringatan World Clean Up Day tidak sekadar menjadi momentum untuk membersihkan lingkungan dari sampah, namun juga sebagai ajakan moral untuk “membersihkan hati”.

“Hari kebersihan dunia ini bukan hanya tentang sapu dan kantong plastik. Tapi bagaimana kita, seluruh ASN bisa membersihkan hati dan niat kita dalam bekerja dan melayani,” ujarnya.

Menurut Ayep, kebersihan sejatinya dimulai dari diri sendiri. Ia menegaskan bahwa jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Sukabumi harus menjadi contoh dalam menegakkan disiplin dan menjaga kebersihan, baik secara fisik maupun moral.

“Kalau kita ingin Kota Sukabumi bersih, mulai dari diri sendiri. Bersihkan niat, bersihkan hati, baru lingkungan akan mengikuti,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyampaikan rencana strategis penanganan sampah di Sukabumi yang akan melibatkan dukungan dari Kementerian Investasi.

Menurutnya, Menteri Investasi dan Danantara telah menyiapkan program nasional untuk pengolahan sampah yang akan dibiayai secara langsung oleh pemerintah pusat.

Salah satu rencana besar yang disampaikan adalah pengalihan kewenangan pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke Kementerian Investasi, khususnya untuk daerah yang memiliki kapasitas timbunan sampah minimal 1.400 ton per hari. Namun, Kota dan Kabupaten Sukabumi yang hanya menghasilkan sekitar 480 ton per hari belum memenuhi syarat tersebut.

Karena itu, Sukabumi akan menginduk pada wilayah pengolahan sampah regional, seperti Bogor atau Bandung, yang sudah masuk dalam tahap pertama pembangunan fasilitas pengolahan sampah berskala besar bersama daerah lain seperti Karawang, Bekasi, Bali, dan Medan.

Meski demikian, Ayep menegaskan bahwa Pemkot Sukabumi tetap berkomitmen mencari solusi lokal yang efektif. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah memanfaatkan program P2RW (Program Pemberdayaan Rukun Warga) untuk membantu penanganan sampah dari tingkat rumah tangga.

Kita akan lihat siapa yang paling efektif mengelola sampah. DLH dengan anggaran hingga Rp30 miliar, atau RW dengan program P2RW yang dananya jauh lebih kecil,” ungkap Ayep berharap para pemangku kepentingan agar berlomba-lomba memberikan hasil terbaik bagi kebersihan kota.

Program P2RW dinilai menjadi langkah konkret pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan dari akar permasalahan, yakni di tingkat rumah tangga. Wali kota berharap, dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan dan kesadaran warga dalam memilah serta mengolah sampah dapat meningkat.

Kegiatan World Clean Up Day di Kota Sukabumi ditutup dengan aksi bersih-bersih di kawasan Gedung Juang 45 dan jalan sekitar kota.

“Kita mulai dari hal kecil, dari rumah sendiri, dari hati yang bersih. Karena kota yang bersih berawal dari manusia yang bersih,” pungkas Ayep disambut tepuk tangan peserta upacara. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed