SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki melaunching Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi pada Senin (22/9/2025).
“Untuk saat ini, di Kota Sukabumi baru satu dari tiga puluh tiga Kelurahan yang ada, yakni Kelurahan Jayaraksa,” ungkap Wali Kota Ayep ketika diwawancarai sukabumitimes.com seusai melakukan launching Kampung Siaga Bencana (KSB).
Launching KSB ini dilakukan di Kelurahan Jayaraksa, karena kelurahan ini sudah memiliki tanggap bencana.
“insyaAllah nanti menyusul kelurahan lainnya yang ada di Kota Sukabumi ini,” ujarnya.
Sebagai langkah antispasi atau tanggap bencana di Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengaku telah mengalokasikan anggaran melalui biaya tak terduga (BTT) di anggaran perubahan 2025 sebesar Rp1 miliar.
“Untuk reaksi cepat dalam penanggulangan bencana yang terjadi di kota Sukabumi,” tegasnya.
Masih menurut Wali Kota Ayep Zaki, dari anggaran BTT itu nanti akan dipergunakan untuk memperbaiki rumah warga yang terbakar maupun kena musibah longsor.
“InsyaAllah jumlah rumah tersebut ada sekitar tiga belas rumah,” tandasnya.
Pelaksana perbaikan rumah warga ini nantinya akan langsung dimonitor oleh wali kota, hal ini tidak lain supaya lebih cepat dan efisien.
“Dengan harga yang tidak mahal, tapi manfaatnya besar bagi masyarakat,” ucapnya.
Penggunaan anggaran BTT ini, pihak Pemkot Sukabumi juga tidak asal menggunakan begitu saja. Tetapi ini mempunyai payung hukum yang jelas, yakni adanya Keputusan Presiden (Kepres) yang saat ini sudah turun.
“Untuk realisasi pelaksanan rehabilitasi atau pembangunan rumah warga yang terbakar dan rumah longsor sebanyak 13 rumah tersebut akan dimulai pada bulan Oktober 2025 ini,” terangnya.
Pada tahun 2026 yang akan datang mudah-mudahan ada anggaran murni dari BTT ini. Karena kita tidak tahu bencana ini, bencana tidak bisa direncanakan.
“Begitu terjadi bencana, kita akan langsung gunakan biaya tersebut dan akan langsung di kawal oleh wali kota dan wakil wali kota Sukabumi. Termasuk dalam hal pembelian material, kita siap akan mencarikan toko material yanga siap membantu menyukseskan program ini dengan harga diskon,” terangnya.
Wali Kota Ayep berharap dengan memanfaatkan dana yang kecil, tetapi mempunyai manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Mengenai kualitas ya harus berani bersaing, nanti coba kita bandingkan dengan yang dikerjakan dengan kontraktual atau tanpa kontraktual,” tutup Ayep Zaki.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Sukabumi Een Rukmini menjelaskan, bahwa KSB ini merupakan wadah untuk menanggulangi bencana yang ada di wilayah.
“Jadi nanti pada saat terjadinya bencana ini tidak menunggu bantuan dari Dinsos atau BPBD, bisa ditangani dahulu oleh pihak kelurahan. Karena di kampung siaga bencana ini kan ada lumbung yang berisi logistik, Natura, maupun alat-alat yang diperlukan kalau memang terjadi bencana,” jelas Een Rukmini.
Kedinsos Kota Sukabumi ini berharap tidak hanya di kelurahan Jayaraksa saja, melainkan Kelurahan yang lainnnya di kota Sukabumi.
“Terutama daerah-daerah yang berdasarkan mitigasi resiko yang rawan bencana, seperti titik rawan di kelurahan Cisarua maupun Kelurahan Subangjaya,’ harapnya.
Lebih lanjut, kadinsos Een mengungkapkan dilakukan KSB ini tidak lain untuk persediaan, jadi jika di sekitar wilayah Jayaraksa ini terjadi bencana bisa segera Cepat, tepat, dan beres (cetar) oleh pihak kelurahan sendiri.
“Yang tersedia di lumbung ini antara lain, makanan, karpet, Terpal, kasur, dan alat-alat untuk anak-anak, dan masih banyak lagi,” lanjutnya.
Mengenai persyaratan KSB itu antara lain mempunyai jenis kerawanan bencana tertentu, serta dilihat dari peran serta masyarakat tinggi untuk membuat KSB.
“Sebagaimana terjadi di jembatan merah tahun 2022 sewaktu terjadi banjir itukan memakan banyak korban, terutama korban material,” lanjutnya.
“Dalam KSB ini terdiri dari 40 orang pengurus, yang terdiri dari steakholder maupun tokoh masyarakat setempat,” pungkasnya. (sya)































