SUKABUMITIMES.COM – Kegembiraan warga Kampung Ciapus, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (7/9/2025), mendadak berubah menjadi duka mendalam.
Sebuah masjid yang tengah dipenuhi jamaah tiba-tiba roboh, menimpa puluhan orang yang sedang mengikuti rangkaian acara.
Sedikitnya 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan. Para korban segera dievakuasi oleh warga dan petugas ke Puskesmas terdekat serta RSUD Kota Bogor. Kondisi korban bervariasi, mulai dari luka ringan hingga harus mendapatkan perawatan intensif.
“Sampai saat ini tercatat ada 23 korban luka. Semuanya sudah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan,” kata seorang petugas lapangan yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, jumlah korban masih bisa bertambah karena proses evakuasi belum sepenuhnya selesai.
Peristiwa tragis ini terjadi ketika jamaah sedang khusyuk mengikuti tausiyah. Suara dentuman keras disusul robohnya bagian bangunan membuat jamaah panik dan berlarian menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya terjebak di bawah reruntuhan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Hingga Minggu malam, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus melakukan evakuasi serta pembersihan material. Aparat kepolisian, TNI, dan para relawan juga dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di lokasi.
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab robohnya masjid tersebut. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa kondisi struktur bangunan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelayakan konstruksi, namun investigasi lebih lanjut tetap diperlukan.
Sementara itu, warga sekitar diminta untuk tidak mendekati area reruntuhan.
“Kami imbau masyarakat menjauh dari lokasi sampai pembersihan selesai, demi menghindari risiko runtuhan susulan,” ujar seorang petugas BPBD Kabupaten Bogor.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Ciapus. Perayaan Maulid yang seharusnya menjadi momentum penuh syukur, justru berubah menjadi bencana yang merenggut rasa aman masyarakat. Kini, harapan warga hanya tertuju pada keselamatan para korban dan langkah cepat pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*/rus)






























