SUKABUMITIMES.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Danny Ramdhani menanggapi pernyataan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki terkait keberadaan H. Ubaidillah dalam struktur pemerintahan.
Danny menilai, penyampaian Wali Kota yang mengaitkan rapor merah dengan keberadaan H. Ubaidillah kurang tepat.
Tanggapan ini disampaikan Danny Ramdhani kepada sukabumitimes.com melalui pernyataan resminya pada Selasa (2/9/2025) malam.
Menurut Danny, rapor merah yang terjadi pada periode 2020 hingga 2023 tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan sosok tertentu, karena pada masa itu Indonesia, termasuk Kota Sukabumi, tengah menghadapi pandemi COVID-19.
“Sebaliknya, justru Kota Sukabumi berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu kota terbaik dalam penanganan pandemi,” ungkap Danny yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Sukabumi.
“Kalau alasannya rapor merah lalu dikaitkan dengan keberadaan Pak Haji Ubaidillah, menurut saya tidak ada korelasi. Kalau memang Pak Wali percaya kepada Pak Haji Ubaidillah, itu sah-sah saja, tapi jangan kemudian menyinggung kondisi yang ada di Sukabumi, karena masih debatable,” ujar Danny.
Danny juga menegaskan, Kota Sukabumi telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), termasuk kinerja dari sejumlah perusahaan daerah yang dinilai cukup baik.
Ia berharap Wali Kota Sukabumi lebih berhati-hati dalam menyampaikan argumentasi agar tidak menimbulkan penafsiran yang bisa menyinggung berbagai pihak.
“Saya berharap Pak Wali lebih fokus pada alasan kenapa Pak Haji Ubaidillah dipercaya, daripada mempermasalahkan hal-hal lain yang justru bisa menimbulkan polemik.” singkatnya.
Selain itu, Danny juga menyoroti tentang pemilihan H. Ubaidillah itu bukan hanya sekedar rapor merah, namun juga anggapan belum adanya ASN di kota Sukabumi yang mempunyai kapabilitas.
“Jadi kami mohon kepada pak wali untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan argumentasi. Jangan sampai menyinggung banyak pihak termasuk ASN juga,” pungkasnya. (sya)































