SUKABUMITIMES.COM – Komunitas Setara.Idn Sukabumi sukses menggelar kegiatan Bakti Sejajar bertajuk “Cahaya Pelosok Negeri” sebagai bentuk aksi nyata mencintai budaya, menumbuhkan kepedulian dan merawat warisan nusantara.
Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kasepuhan Cipta Rasa dan Gelar Alam, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dari Rabu hingga Sabtu (6-9/8/2025).
Dalam pengabdian tersebut, tim dari setara.idn ikut serta dalam beberapa kegiatan warga, mengenal tradisi dan hadir pada acara besar bernama “ngayaran”.
Menurut Founder Setara.Idn, Alifa Johariyah, kegiatan ini bertujuan sebagai upaya rasa syukur kita terhadap warisan dan keindahan yang masih terjaga, dan untuk lebih mengenal, mengenalkan dan merawat budaya kita.
“Bakti Sejajar diarahkan untuk mengenalkan budaya dan meningkatkan rasa syukur kita pada warisan yang masih terjaga,” ujar Alifa kepada sukabumitimes.com melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Sabtu (16/8/2025).
“Tidak hanya itu, kita sebagai calon pemimpin dituntut siap untuk mampu merawat budaya pada zaman yang sudah sangat modern ini. Garapan cara mengenalkan, dilakukan dengan sebuah karya film dokumenter singkat dari hasil pengabdian di sana” tambahnya.
Ia menambahkan, pengabdian yang dilakukan sekaligus menjadi momen pengenalan salah satu tradisi yang terjaga, yaitu: “Nganyaran” dan ajakan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, budayawan, generasi muda dan para calon pemimpin untuk sama-sama merawat dan menjaga budaya warisan yang ada di Sukabumi
“Untuk mampu menjaga, kita harus merawat sedemikian rupa dari langkah paling kecil hingga langkah terbesar, karena setiap dari kita berhak merasakan cinta dan kasihnya dari setiap pemimpin,” lanjutnya.
“Kegiatan ini sekaligus menghadiri salah satu tradisi “Nganyaran” yang dimaknai sebagai bentuk rasa syukur masyakarat adat terhadap hasil bumi yang diambil pada tahun tersebut, karena menariknya, kampung adat di sana mampu menyimpan bahan pokok ‘padi’ selama 100 tahun pada lumbung padi yang disebut leuit” tutup Alifa.
Sementara itu, Desti Handayani selaku tim Creative and Brand Communication setara.Idn sekaligus pengarah utama film dokumenter menyampaikan bahwa kegiatan ini salah satu bentuk rekam jejak, bahwa budaya kita perlu dirawat, dijaga dan tidak bisa dilupakan.
“Momen pendokumentasian ini menjadi pengalaman pertama saya dalam mengabadikan setiap aktivitas dari sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kebisingan, kebohongan dan kepercayaan,” ungkap Desti Handayani.
“Maka saya rasa, momen pengabdian Bakti Sejajar sangat-sangat tepat dilakukan dan diabadikan di sana, ditempat yang sedemikian rupa indah, terjaga dan damai. Di sana kita belajar bagaimana mengolah nasi dari padi yang disebut _pocongan_ kemudian _diguguran_, _ditapikeun, _dibebeuk,_ditapikeun_ sampai _diasakeun,” pungkasnya.
Setara.Idn berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik pada lahirnya cinta dan kasihnya terhadap warisan budaya yang terjaga apik di Kabupaten Sukabumi. (sya)































