SUKABUMITIMES.COM – Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi Andreas menghadiri Halaqah Alim Ulama dan Pengukuhan Forum Pesantren Sukabumi Bangkit (FPSB) yang digelar di Hotel Horison Sukabumi, Kamis (14/8).
Kehadiran para tokoh ulama, pimpinan pondok pesantren, serta Wakil Presiden ke-13 RI, KH. Ma’ruf Amin, menjadikan momen ini sarat makna dan penuh semangat kebangkitan.
Ketua Panitia KH. Muhamad Baqier menegaskan, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan peran pesantren dalam pembangunan daerah.
“Pesantren ke depan bukan hanya berbicara hukum atau hadist, tapi juga memberi kontribusi dalam pembangunan dan inovasi, sehingga bisa bersaing di pendidikan global,” ujarnya.
Wakil Bupati dalam sambutannya menyebut, forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wujud nyata kesatuan ulama untuk membuka jalan menuju Sukabumi Mubarakah.
“Alhamdulillah, hari ini kita disatukan dengan hadirnya Wapres ke-13 RI KH. Ma’ruf Amin. InsyaAllah ini menjadi keberkahan bagi Kabupaten Sukabumi,” kata Andreas.
Menurut Wabup, pesantren memiliki struktur sosial yang kuat, sarat nilai keilmuan, disiplin, dan pengabdian kepada agama serta masyarakat. Namun, ia mengingatkan perlunya adaptasi terhadap pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang membawa tantangan sosial baru di era global.
“Perlu kebersamaan membangun kemajuan Kabupaten Sukabumi agar lebih makmur dan sejahtera. Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam menghadapi arus perubahan zaman,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kajian ilmiah oleh KH. Ma’ruf Amin yang mengusung tema Transformasi Kebangkitan Pesantren Sukabumi.
Dalam paparannya, Ma’ruf Amin mendorong pesantren menjadi pusat lahirnya ulama berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Ia juga menekankan pentingnya pesantren untuk memperkuat ekonomi umat melalui pemberdayaan santri dan kolaborasi lintas sektor.
“Pesantren harus mandiri, berdaya, dan memberi manfaat bagi lingkungannya,” tutur Ma’ruf Amin.
Pengukuhan Forum Pesantren Sukabumi Bangkit ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para ulama. Kehadiran ratusan kiai, ustaz, dan tokoh masyarakat dalam forum ini menjadi simbol persatuan demi terwujudnya Sukabumi yang religius, maju, dan sejahtera.(rus)

























