SUKABUMITIMES.COM – Banyaknya sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami kerusakan di Kabupaten Sukabumi mendapat sorotan serius dari DPRD.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi SDN Simpang di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan yang belum direhabilitasi selama lebih dari lima tahun.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, mengakui bahwa kondisi infrastruktur pendidikan di daerahnya memang masih banyak yang memprihatinkan. Hal ini, kata Ferry, sudah menjadi pembahasan dalam rapat gabungan antara Komisi IV DPRD, TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), dan Badan Anggaran DPRD.
“Bukan hanya SDN Simpang, banyak sekolah lain yang kondisinya juga sangat memprihatinkan,” ujar Ferry saat diwawancara belum lama ini. Senin (21/7/2025).
“Ini sudah kami sampaikan dan dorong dalam rapat bersama TAPD dan Banggar. Mudah-mudahan segera bisa direalisasikan dan diperbaiki,” imbuhnya.
Ferry menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama DPRD, terutama pasca rampungnya pembahasan KUA-PPAS 2025. Ia berharap perbaikan sekolah-sekolah yang rusak, termasuk SDN Simpang, bisa segera dimulai dan dilakukan secara bertahap.
“Target kami, semua sekolah di Kabupaten Sukabumi bisa memiliki bangunan yang layak untuk menunjang proses belajar-mengajar. Ini penting agar anak-anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman,” tuturnya.
Menanggapi lamanya kerusakan SDN Simpang yang belum juga diperbaiki selama lebih dari lima tahun, Ferry menyebut hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.
Meskipun Komisi IV DPRD baru berjalan efektif selama tujuh bulan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mendorong percepatan penanganannya.
“Ini jadi auto-kritik buat kami juga. Permasalahan mungkin ada di pengawasan, skala prioritas, dan tentu juga kemampuan anggaran daerah,” tuturnya.
“Tapi InsyaAllah, ke depan kami akan lebih fokus dan perhatian, tidak hanya infrastruktur tapi juga aspek lain dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (stm)
































