SUKABUMITIMES.COM – Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PD GPII) Kota dan Kabupaten Sukabumi melaksanakan Musyawarah ke-IX PD GPII Sukabumi yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Kecamatan Lembursitu kota Sukabumi pada Jumat (4/7/2025), yang bertepatan dengan tanggal 8 Muharram 1447 H.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Perwakilan Dewan Syuro Salman Faisal, pimpinan Ponpes Al Mukmin K.H Yusuf Mulyadin, beserta pengurus dan anggota GPII Sukabumi.
Pada agenda Musyawarah organisasi rutinan tersebut, akhirnya menghasilkan ketua terpilih PD GPII Kota Sukabumi yaitu Dede Irfan, dan Upar Suparlan sebagai Ketua terpilih PD GPII Kabupaten Sukabumi periode 2025/2028.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dalam sambutannya menyampaikan, ditangan pemuda maju mundurnya suatu bangsa.
“Mengutip dari Ir. Soekarno pernah menyampaikan beri aku 10 Pemuda maka akan kugoncangkan dunia. Disini menggambarkan bagaimana pemuda mempunyai peranan yang strategis dalam sejarah bangsa,” ungkap Ayep Zaki.
Menurutnya pemuda dituntut untuk mampu menjadi penggerak masa depan, pemuda yang siap dalam segala hal.
“Jadilah pemuda yang cendikia, cerdas dan berakhlak yang akan memberikan andil dalam kemajuan bangsa,” menurutnya.
Dirinya mengajak para aktivis GPII Sukabumi untuk bersinergi membangun negeri tercinta ini, khususnya kota Sukabumi.
“Saya mengajak para aktivis GPII Sukabumi untuk bersinergi membangun negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua pelaksana Ade Eko Musda ini menjadi katalisator munculnya sosok kader kredibel, militan yg berjiwa muda, cinta Islam dan bangsa sesuai dengan tema Musda yaitu Meneguhkan Komitmen Keislaman dan Nasionalisme dalam Konteks Pembangunan Kota Sukabumi yang Bercahaya.
“Tema diatasemgajak kita sebagai kader GPII Sukabumi untuk berkomitmen meneguhkan nilai-nilai keislaman dan nasionalisme,” ujarna
Masih ditempat yang sama, Ketua GPII yang lama Ivan Al Ghifari menyatakan, semoga dibawah kepemimpinan yang baru, GPII Sukabumi semakin maju dan bermanfaat bagi semua umat.
“Seorang pemimpin itu harus bisa menempatkan diatas semuanya, tanpa melihat ras, suku, maupun latar belakang etnis,” pesannya.
Pimpinan Ponpes Al mukmin K.H Yusuf Mukyadin dalam sambutannya mengatakan bahwa di pesantren yang ia pimpin ini memang berkultur Nahdliyin, akan tetapi terbuka untuk semua organisasi Kemasyarakatan (Ormas) maupun organisasi kepemudaan (OKP), seperti contoh GPII ini.
“Pondok pesantren meksipun berkultur Nahdliyin, namun kami ini terbuka untuk semua Organisasi Kemasyarakatan maupun OKP untuk melaksanakan kegiatan,” tutur Yusuf Mukyadin.
Ia menambahkan, terlebih lagi, kalau pesantren yang dipimpinnya ini untuk kegiatan yang bersifat positif dan bermanfaat.
“Seperti yang saat ini dilakukan oleh GPII dalam mengelar Musda yang ke-IX, relevan dengan lambang N.U bintang sembilan. Kalau diartikan GPII yang di N.U kan,” dalam kelakarnya yang di sambut riuh dalam kehangatan dari ratusan peserta dan tamu undangan GPII saat itu.
Ateng Jaelani M Nooh, Dedi Supriadi, dan Asep Saepul Hidayat, yang berkedudukan sebagai Dewan Syuro GPII ikut hadir dalam agenda Musda tersebut.
Dalam arahannya, Asep Saepul Hidayat berpesan kepada Para Formatur, baik dari PD GPII Kota maupun kabupaten Sukabumi supaya dalam meneruskan estafet kepemimpinan GPII Sukabumi untuk selalu mengembangkan dirinya.
“Baik menjadi menjadi generasi yang tanggap, mampu menghadapi tantangan masa kini dan masa yang akan datang serta mengikuti watak ilmu yang selalu mencari dan membela kebenaran,” pesan Asep Saepul Hidayat yang juga bertindak sebagai presidium sidang Musda ke-IX tersebut.
“Selain itu membangun kultur literasi dan diskusi, selalu berpegang pada motto GPII, yakni Islam Yes, NKRI Yes,” pungkasnya. (*/sya)
































