SUKABUMITIMES.COM – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di lingkungan lembaga keagamaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi
Kegiatan ini dilangsungkan di salah satu aula hotel di Kota Sukabumi pada Selasa (24/6/2025) dan menjadi upaya nyata pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dalam sambutannya, Bobby menekankan pentingnya menjadikan lembaga pendidikan, baik negeri, swasta, maupun keagamaan, sebagai ruang aman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi perilaku negatif seperti perundungan, kekerasan, maupun tindakan lain yang bisa merusak masa depan anak.
“Satu kasus saja bisa berdampak besar. Jika seorang oknum pendidik melakukan kekerasan dan hal ini menyebar melalui media, kepercayaan masyarakat bisa tergerus. Kita tidak ingin pondok pesantren yang selama ini dikenal sebagai tempat menuntut ilmu agama malah dipersepsikan negatif,” tegas Bobby.
Melalui kegiatan ini, Bobby berharap lahir komitmen kuat dari para pendidik, baik guru madrasah, ustaz pondok pesantren, guru TK, RA, dan sejenisnya, untuk menjadi pelindung dan pendidik sejati bagi generasi penerus.
Ia menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter anak dan membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh buruk, termasuk informasi yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selain itu, Bobby juga menyoroti rendahnya budaya literasi di kalangan generasi muda. Ia menekankan perlunya dorongan bersama untuk membudayakan kebiasaan membaca yang utuh, tidak sekadar menonton hiburan ringan atau membaca bagian-bagian yang disukai saja.
“Jika kita tidak membiasakan anak-anak untuk membaca dan menganalisa, ini akan berdampak buruk bagi kualitas berpikir mereka. Literasi rendah akan menjadi pembusukan otak di era digital ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi Yadi Mulyadi menjelaskan, pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menangani kasus kekerasan anak. Ia menekankan agar pihak sekolah mengambil langkah awal yang tepat ketika ada dugaan kasus kekerasan, agar tidak menimbulkan konflik lebih luas.
“Komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga korban harus diutamakan. Jika tak dapat diselesaikan, baru disampaikan ke UPT PPA atau jika perlu ke unit PPA Polres,” ungkap Yadi.
Ia pun menegaskan bahwa sosialisasi pencegahan kekerasan akan terus digencarkan ke sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Dalduk akan selalu siap turun langsung ke lapangan apabila ada indikasi kekerasan terhadap anak.
Di akhir kegiatan, Yadi mengingatkan bahwa tanggung jawab melindungi anak bukan hanya milik satu lembaga semata.
“Ini adalah tugas bersama. Kita harus saling berkoordinasi dan bersinergi demi masa depan anak-anak kita yang lebih baik,” tutupnya. (rus)































