SUKABUMITIMES.COM – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi dan Manajemen Ternak (TNK) Kampus Sekolah Vokasi IPB Sukabumi sukses menyelenggarakan XUMMER 2025 (Expo & Seminar) yang berlangsung di Kampus IPB Sukabumi pada Kamis (19/5/6/2025).
Berdasarkan pantauan lapangan langsung oleh sukabumitimes.com kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa semester 4 dan 6 ini berlangsung meriah yang dikuti peserta dari mahasiswa Prodi TNK Kampus Sekolah Vokasi IPB Sukabumi.
Kegiatan yang mengambil tema “Berternak Cerdas, Gen Z Ngegas” yang dilaksanakan selama satu hari dengan dua agenda utama, yaitu eksplorasi inovasi untuk menjelajahi inovasi mahasiswa dan seminar dengan mendatangkan pembicara yang handal di bidangnya.
Hadir dalam kegiatan ini Kabid Peternakan pada DKP3 Kota Sukabumi Riki Barata, Direktur Sekolah Vokasi IPB Sukabumi Ujang Sehabudin, serta Kepala Prodi TNK Fariz Am Kurniawan beserta mahasiswa.
Ketua ketua XUMMER 2025 Ahamd Sofwan mengungkapkan XUMMER merupakan seputar inovasi dari mahasiswa Prodi Teknologi dan Manajemen Ternak Kampus Sekolah Vokasi IPB Sukabumi.
“Jadi mahasiswa memunculkan inovasi-inovasi dari seluruh komoditi yang ada, seperti sapi, domba dan kambing, ayak petelur, serta aneka unggas (puyuh dan itik) yang tentunya inovasi yang bermanfaat, untuk memudahkan berjalannya pemeliharaan atau pengobatan alternatif dari bahan-bahan yang alami,” ungkap ketua XUMMER 2025 Ahamd Sofwan saat diwawancarai sukabumitimes.com di sela-sela kegiatan pada Kamis (19/6/2025).

Sofwan mengatakan, stand expo ini terdiri dari 6 buah yang digunakan oleh 4 kelompok dan setiap Kelompok terdiri dari 8 hingga 10 orang.
“Stand yang ada di sini itu berupa tampilan produk prototipe yang sudah jadi dan siap digunakan dari para mahasiswa. Ada yang berupa fasilitas kandang yang memudahkan hewan ternak dalam pakan, tali teluh yang tidak menyakiti ternak, ada juga kandang yang lebih luas dan lebih ramah bagi hewan ternak, tidak membuat hewan stres dan justru nyaman, disini juga ada obat-obatan bagi hewan ternak dari bahan herbal yang bisa digunakan untuk obat anti kutu, anti caplak,” katanya.
Dirinya berharap melalui XUMMER 2025 ini, semoga anak muda atau generasi Z supaya terus berinovasi yang bervariatif dan bermanfaat untuk keberlanjutan dan keberlangsungan dalam berternak.
“Sehingga bisa memudahkan dan membantu peternak tradisional serta para generasi emas ini bisa menjadi pencetus atau bisa mewujudkan Indonesia maju,” harap mahasiswa semester 6 ini.
Masih banyak anggapan khususnya dari para pemuda bahwa berternak itu kotor, bau, bahkan ada sebagian yang mengatakan jijik.
“Menurut kami beternak itu merupakan lumbung pangan bagi masyarakat Indonesia, juga dengan berternak itu mahasiswa dapat berkreasi serta membantu keberlangsungan ekonomi Indonesia. Berternak itu bukan kotor, meskipun kelihatan kotor tetapi dengan niat kita yang bersih akan menjadi amal ibadah untuk kita,” ucapnya.

Dirinya mengajak kepada para anak muda untuk berternak itu tidak jangan mikirin kotornya saja, tetapi dengan berternak kita bisa menciptakan lapangan baru bagi orang-orang di sekitar kita, dengan berternak itu juga bisa membantu perekonomian disekitar.
“Yang paling penting adalah dalam berternak itu bukan hanya sekedar memberi pakan atau melihara herwan ternak saja, tetapi juga harus tahu bagiamana sistem perekonomiannya, pemasarannya dan bagaimana memelihara hewan ternak dengan baik dan benar,” ulasnya.
Mahasiswa Prodi TNK Kampus Sekolah Vokasi IPB Sukabumi ini berharap apa telah dibuat oleh para mahasiswa mendapat respon positif dari pemangku kepentingan, terutama Dinas terkait.
“Harapannya, tentu saja dari pihak dinas terkait untuk bisa merespon inovasi yang telah diciptakan oleh para mahasiswa IPB Sukabumi serta bisa merangkul lagi para anak muda yang mempunyai ide dan inovasi out on the box yang bisa sangat membantu masyarakat,” harapnya.
Masih ditempat yang sama, Direktur Sekolah IPB Sukabumi Ujang Sehabudin mengapresiasi dan mendorong kegiatan seperti ini di tahun-tahun yang akan datang.
“Prodi ini tidak kalah menariknya dengan prodi yang lain. Dari berternak itu bisa menghasilkan yang lebih, mulai dari limbah bisa mendatangkan keuntungan apalagi dari produknya, yakni ternak sendiri yang tentunya sangat menguntungkan bagi kita,” bebernya.

Ujang Sehabudin berharap supaya mahasiswa TNK ini terus berkembang dan terus berinovasi meskipun diera gempuran digitalisasi yang banyak saingannya.
“Saya mengharapkan mahasiswa TNK ini tidak kalah menarik dalam berinovasi bila dibandingkan dengan yang ada diluar sana,” harapannya.
Sementara itu, Kabid Peternakan pada DKP3 kota Sukabumi Riki Barata merespon dengan baik kegiatan XUMMER ini.
Dirinya berharap supaya mahasiswa terus mengembangkan inovasinya dan dapat mengaplikasikan kepada masyarakat.
“Karena ini sangat membantu dan sesuai dengan program presiden Prabowo Subianto yang mempunyai keinginan untuk mensejahterakan peternak lokasi di Indonesia,” harapnya.
“Jadi dengan adanya inovasi ini dapat membantu peternak lokal yang masih awam terhadap hewan ternaknya,” pungkasnya. (sya)

























