Akuatik Indonesia Kota Sukabumi Gelar Muskot, Yanto: Sarana Belum Memadai Secara Nasional dan Internasional 

SUKABUMITIMES.COM – Musyawarah Kota (Muskot) Akuatik Indonesia Kota Sukabumi di Gelar di aula Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) pada Sabtu (14/6/2025).

Agenda dengan pemilihan ketua ini dihadiri oleh calon tunggal ketua Akuatik Indonesia Anita Fajarianti beserta 11 club renang se-kota Sukabumi.

Kepala Bidang Olahraga Yanto Arisdiyanto menyampaikan, dalam muskot kali ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi di cabang olahraga akuatik di Kota Sukabumi.

“ke depan dalam menghadapi Porprov para atlet akuatik dapat menyumbangkan mendali, meskipun dengan sarana terbatas, seperti atlit hoki yang sudah sampai pada taraf international,” ujar Yanto Arisdiyanto kepada sukabumitimes.com saat diwawancarai di tempat kegiatan pada Sabtu (14/6/2025).

Yanto berharap akuatik Kota Sukabumi dapat menciptakan atlet – atlet berkelas international.

“Dengan Kepengurusan yang baru nantinya, kita mempunyai harapan besar, semoga cabor akuatik ini menjadi lebih bagus lagi,” harapnya.

Ia menilai, Akuatik Indonesia Kota Sukabumi untuk saat ini sudah semakin baik dan jumlah keanggotaannya terus berkembang.

“Alhamdulillah Akuatik Indonesia Kota Sukabumi hari ini sudah berkembang cukup baik, yang awalnya hanya mempunyai tiga club renang sekarang sudah bertambah menjadi 11 club,” ujarnya.

Banyaknya club yang tergabung di Akuatik Indonesia Kota Sukabumi, pasti akan memudahkan dalam melakukan seleksi untuk mencari bibit-bibit unggul di bidang ini.

“Dengan Seperti ini, kita dapat dengan mudah memilih altet-atlet yang akan diikutsertakan dalam Porprov,” terangnya.

Sarana dan prasarana yang sampai sekarang belum memadai, pihaknya berencana tentu dengan Koni dan Pengcab, akan berusaha supaya kebutuhan sarana prasarana akuatik Indonesia dan pembinaan atlet lebih ditingkatkan.

“Disporapar sendiri berencana akan membangun kerjasama dengan pihak sekolah sehingga setiap sekolah dapat memiliki atlet-atlet di setiap cabang olahraga,” urainya.

Menurutnya di kota Sukabumi sendiri, saat ini belum memiliki sarana olahraga yang representatif untuk cabor prestasi.

“GOR di Kota Sukabumi belum memenuhi kriteria tipe B yang dapat menampung lima ribu orang karena saat ini GOR di kota Sukabumi baru dapat menampung sembilan ratus orang.

“Begitu pula dengan lintasan Lapang Merdeka tidak mencapai 400 M2, Sehingga masih kurang representatif di gunakan untuk olahraga prestasi, baik di tingkat nasional dan international,” pungkasnya. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *