SUKABUMITIMES.COM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi Iskandar Ifhan mengungkapkan ada beberapa investor dari luar negeri yang mulai tertarik untuk berinvestasi di kota Sukabumi.
Ini diungkapkan Iskandar kepada sukabumitimes.com saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Selasa (3/6/2025).
“Tentunya ini kabar baik yang harus disambut dengan senang hati, namun juga harus terus menjaga kepercayaan dari para investor,” ungkap kepala DPMPTSP Iskandar Ifhan.
Kepala DPMPTSP Iskandar Ifhan mengatakan seusia dengan arahan dari bapak wali kota Sukabumi kita harus bersikap ramah, demi kenyamanan para investor yang datang.
“Pak wali dalam setiap kesempatan selalu memberikan arahan kepada kita untuk selalu bersikap ramah pada investor,” katanya.
Selain itu, kota Sukabumi harus mampu menunjukkan kota Sukabumi pilihan yang tepat untuk berinvestasi.
“Kita gelar karpet merah untuk setiap invetasi yang mau menanamkan modalnya di kota tercinta ini. Tentunya dengan kesesuaian aturan yg berlaku. InsyaAllah dapat mendatangkan manfaat bagi seluruh warga kota,” ujarnya.
Iskandar membeberkan, bahwa investor tersebut berasal dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
“Ada investor dari negara Jepang yang tertarik untuk berinvestasi di kota Sukabumi, yakni di bidang energi terbarukan dan pengelolaan sampah,” bebernya.
Dalam hal ini, menurut Iskandar untuk saat ini lebih tertarik pada upaya penanganan sampah.
“Karena persoalan sampah itukan masih menjadi pekerjaan rumah di setiap daerah di Indonesia ini,” menurutnya.
Terkait dengan adanya investor dari Jepang ini, berawal dari adanya program pada Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) yang mempunyai program pengelolaan sampah, dimana kabupaten/kota yang berminat dipersilahkan untuk mengajukan.
“Tentu saja dengan melihat hal tersebut, kota Sukabumi pasti membutuhkan pengelolaan sampah ini,” terangnya.
Yang kedua juga ada investor dari Jepang namanya Almedian yang bergerak di bidang energi terbarukan.
“Konsorsium yang berasal dari Jepang ini berminat untuk membuat prototipe energi terbarukan di kota Sukabumi,” jelas Iskandar.
“Wilayah kota Sukabumi itukan kecil ya, sehingga memudahkan dalam pemantauan,” tambahnya.
Kemudian investor yang berasal dari Korea Selatan tertarik untuk mendirikan pabrik garmen di kota Sukabumi, lebih tepatnya itu pabrik boneka tapi ekspor.
“Dan katanya akan merekrut tenaga kerja sebanyak 1.800 orang. Tentu saja ini tawaran yang sangat menguntungkan bagi masyarakat kota Sukabumi, yaitu terserapnya tenaga kerja,” pungkasnya. (sya)

























