Ayep Zaki Bincang dengan Wamendagri Bima Arya, Ini Isi Percakapannya!

SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan komitmennya untuk terus berusaha memperkuat fiskal kota Sukabumi yang diakuinya masih lemah.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Ayep Zaki tersebut antara lain dengan cara meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta melakukan penyehatan terhadap kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki langsung dihadapan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto di sela-sela gelaran Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2025 yang berlangsung sejak Selasa, 6 Mei 2025, di Surabaya, Jawa Timur.

“Saya langsung berbicara dengan Wamen (Wakil Menteri) Bima Arya, dan kita akan mengikuti arahan. Kota Sukabumi kini dalam proses meningkatkan PAD dari fiskal lemah menjadi kuat, termasuk penyehatan BLUD dan BUMD,” ujarnya.

Ayep melanjutkan, kita minta tolong kepada Wamen untuk terus dipantau kota Sukabumi.

“Intinya, tolong terus pantau Kota Sukabumi. BUMD dan BLUD harus menghasilkan keuntungan. Pesan ini juga saya sampaikan kepada Direktur Keuangan usai acara,” tambah Ayep Zaki.

Ayep mencontohkan beberapa unit usaha daerah yang menjadi fokus perbaikan, seperti BLUD RSUD R. Syamsudin SH (Rumah Sakit Bunut), BPR Kota Sukabumi, PDAM Tirta Bumi Wibawa, dan PD Waluya.

Wali kota menambahkan, program peningkatan PAD dan penyehatan BLUD-BUMD telah masuk dalam dokumen RJPMD 2025 – 2029 serta Renstra Kota Sukabumi.

“Mudah-mudahan langkah kita untuk Kota Sukabumi sejalan dengan pusat, termasuk arahan Ketua Apeksi. Kami juga telah membentuk Tim 11 untuk meningkatkan PAD,” tambahnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Ayep menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Butuh soliditas Forkopimda, Pemkot, Kapolres, Kejaksaan, DPRD, Pengadilan Negeri, semua harus menjadi satu padu yang solid,” tandas Ayep Zaki menegaskan komitmen kolaborasi lintas sektor.

Kemudian yang terkait dengan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Sukabumi sedang dalam tahap penyusunan struktur organisasi.

“Saat ini sedang menyusun struktur yang terdiri dari dua pengawas dan lima pengurus, dan itu sudah berjalan,” terangnya.

Sedangkan yang terkait dengan dana abadi RT yang sebesar Rp10 juta tersebut akan dimasukkan sebagai modal koperasi.

“Tentu saja bentuk dan mekanismenya akan diatur sesuai dengan peraturan yang ada,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *