SUKABUMITIMES.COM – Anggota Kelompok tani Rido Manah Usep warga kampung Cikeuyeup Desa Cijulang Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi mengaku sampai saat ini belum pernah menikmati apa itu yang namanya bantuan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan oleh Usep ketika ditemui awak media pada Selasa (29/4/2025). Baik itu yang berupa bibit atau benih, mesin bajak, maupun pupuk.
“Sama sekali saya belum pernah menikmati apapun itu yang diturunkan dari pemerintah. Semua bantuan tidak sampai ke petani,” tekannya.
Demikian juga dengan masalah pupuk, dari yang dulu dengan mengunakan kartu hingga sekarang sudah berpindah ke KTP, sama saja.
“Memang sebagian ada, tapi banyak yang kosong. Kuotanya tidak ada, kosong,” jelasnya.
Menurut Usep, sebenarnya pupuk itu sudah ada, namun kita tidak tahu kesalahannya dimana. Sebagian petani sangat sulit mendapatkan pupuk.
“Jangankan minta, mau beli saja susah,” ucapnya.
Ia menceritakan, bahwa sebenarnya pemerintah pernah memberikan bantuan kepada kelompok tani Rido manah ini, berupa mesin pertanian, namun kita tidak merasakan.
“Kelompok tani ini dibentuk, namun pertani sendiri tidak pernah merasa menikmati bantuan tersebut,” ujarnya.
Justru yang ada, masih lanjut Usep, ternyata mesin bajak tersebut oleh oknum disalahgunakan. Yang seharusnya bantuan itu digunakan untuk kelompok tani, ternyata hanya dimanfaatkan oleh pribadi saja.
“Petani yang tidak mempunyai uang, ya pasti tidak bisa memakai mesin bajak tersebut,” ibanya.
Sebenarnya mesin tersebut masih ada di sekitaran Kelompok tani, tapi hanya segelintir orang yang bisa memakainya. Anggota ya tetap saja tidak bisa menikmatinya.
“Sebenarnya masih ada dua unit mesin, tetapi sudah dianggap milik pribadi, bukan milik anggota. Bantuan pemerintah itu ada dua unit,” tandasnya.
Mengenai adanya kabar bahwa mesin itu dijual oleh ketua kelompok tani, Usep pun membenarkan, bahwa mesin tersebut memang sudah dijual.
“Kenapa anggota kelompok tani tidak bisa memakainya, ya karena sudah dijual oleh ketua kelompok tani tersebut kepada orang lain,” yakinnya.
Usep sebagai anggota kelompok tani yang berada di desa Cijulang berharap bisa menikmati setiap bantuan yang datang dari pemerintah.
“Kelompok tani yang ada harus segara diperbaiki untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang terjadi dan supaya tidak terulang lagi,” pungkasnya. (sya)
























