SUKABUMITIMES.COM – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Sukabumi Bobby Maulana menyampaikan Rencana Strategi (Renstra) tahun 2025-2029 semuanya harus bersinergi sebagai upaya optimalisasi aset, BLUD, BUMD supaya lebih memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD).
Hal ini diungkapkan oleh Bobby Maulana saat menghadiri dan sekaligus membuka FPD Penyusunan Renstra 2025-2029 Dinas Perhubungan (Dishub) yang bertempat di ruang pertemuan Dishub Kota Sukabumi pada Kamis (24/4/2025).
Wakil Wali Kota Bobby Maulana mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi, khususnya dengan Kadishub Imron Wardhani bersama tim percepatan PAD untuk melakukan uji coba retribusi parkir tahunan.
“Ya kita berencana untuk melakukan uji coba retribusi parkir yang akan dibayarkan setiap tahun. Sama halnya seperti pembayaran STNK kendaraan bermotor,” kata Bobby Maulana yang didampingi Kadishub Kota Sukabumi Imron Wardhani kepada sukabumitimes.com setelah membuka FPD Penyusunan Renstra 2025-2029 Dishub pada Kamis (2/4/2025).
Masih kata Bobby, dalam pembayaran retribusi parkir tahunan ini yang akan dikenakan adalah bagi mereka yang masuk dalam retribusi khusus pengguna jalan atau badan jalan.
“Retribusi khusus disini adalah yang bukan masuk dalam kategori retribusi parkir yang berada di mall-mall atau tempat yang sudah disiapkan tempat parkir,” ujarnya.
Ia melanjutkan, rencananya pemerintah akan mengunakan stiker sebagai tanda pembayaran parkir tahunan.
“Sehingga ketika parkir gak usah harus bayar lagi dan itu memiliki kekuatan hukum yang di lindungi oleh pemerintah. Ketika ada yang meminta untuk pajak parkir tinggal di perlihatkan stiker tersebut,” lanjutnya.
Namun begitu, Bobby menyampaikan hal ini baru rancangan awal semata. Selain retribusi parkir, pemerintah akan fokus terhadap penataan pedagang kaki lima (PKL).
“Intinya pemerintah akan lebih mengoptimalkan semuanya dan ini membutuhkan waktu untuk penataannya,” bebernya.
Wakil Wali Kota Bobby juga menyinggung Lapang Merdeka yang juga akan ikut dilakukan penyeterilan guna pemeliharaan.
“Lapang Merdeka juga akan dilakukan penyeterilan guna pemeliharaan. Demikian juga yang terkait dengan akses jalan, penerangan, lingkungan dan infrastruktur lain seperti stadion Suryakencana bisa segera direalisasikan,” bebernya.
“Kita masih akan melihat rencana strategis dari masing – masing SKPD, sehingga masukan itu baru kita bisa putuskan yang terbaik,” pungkasnya. (rus)






























