SUKABUMITIMES.COM – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti pelatihan Duta Zakat Yang di selenggarakan Badan Amil Zakat Nasional Kota Sukabumi pada Rabu (26/2/25)
Wakil Ketua Bidang Perhimpunan Baznas Kota Sukabumi Ade Munhyar mengatakan, bahwa kegiatan Duta Zakat ini sebagai bentuk menyukseskan pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh.
“Beberapa tahun ke belakang Baznas Kota Sukabumi pernah mengunakan UPZ Kesos di tiap kelurahan, namun tidak menyentuh target sehingga kurang efektif,” kata Ade Munhyar kepala sukabumitimes.com ketika ditemui di sela-sela kegiatan pada Rabu (26/2/2025).
Sebagai upaya untuk memenuhi target pada tahun 2025, pihaknya membuat regulasi dan kebijakan untuk menarik relawan dari berbagai perguruan tinggi, sehingga para mahasiswa antusias untuk ikut sebagai Duta Zakat.
“Ke depan kami berharap mereka lebih konsen dan fokus melakukan penghimbauan dan mengajar masyarakat untuk berzakat Fitrah,” harapnya.
Masih ungkap Ade, ada 120 relawan yang ikut menjadi Duta Zakat dari berbagai perguruan tinggi dan sebagian pemuda dari organisasi masyarakat, setalah ini mereka mempunyai tugas namun tugasnya tidak sebatas hanya di bulan suci Ramadan saja, akan tetapi akan berkelanjutan.
“Baznas sendiri saat ini masih kekurangan tenaga, namun dengan adanya relawan dari temen-teman mahasiswa sehingga pekerjaan lebih mudah di lakukan,” ujarnya.
Masing-masing Duta zakat akan memegang empat mesjid.
Para Duta Zakat ke depan bisa menjadi keluarga besar Baznas karena mereka sudah mau membantu pada kegiatan ini. Selain untuk menyampaikan tentang Zakat fitrah mereka memiliki tugas untuk menghimpun zakat fitrah, sehingga mereka akan mendapatkan hak dari apa yang mereka kerjakan dan hak mereka akan kami berikan sesuai asjaf.
Pihaknya berharap, untuk bisa sukses dalam zakat, infaq, shodaqoh terutama di zakat fitrah.
“Karena tahun sebelumnya untuk zakat fitrah drastis menurun, maka besar harapan kami target zakat fitrah tahun ini bisa naik sampai 100 persen,” harapnya.
Untuk di ketahui, zakat fitrah tahun ini sebesar Rp45.000 per kepala di tambah infaq Rp5.000 jadi kalau diuangkan sebesar Rp50.000.
“Dan ini sudah hasil kesepakatan bersama,” jelasnya.
Masih di tempat yang sama, Kepala bidang SAU Yoga Permana menambahkan, keberadaan Baznas tentu sangat diharapkan masyarakat, maka dengan adanya Duta Zakat ini bisa mencetak Duta-Duta Zakat yang cinta terhadap Zakat sehingga bisa optimal dalam menghimpun Dana Zakat.
“Duta Zakat sendiri terinisiasi di tahun 2025, sehingga ini menjadi yang pertama kalinya, ke depan pihaknya akan melakukan edukasi kepada para mahasiswa yang terdaftar sebagai Duta Zakat sehingga mereka bisa menjadi mitra Baznas.
“Ke depan mereka bisa menjadi bagian dari Baznas dan bisa dilibatkan kembali ketika ada program lainya,” terangnya.
Yoga menjelaskan, fase pertama temen-temen mahasiswa harus faham tenang zakat, infaq dan shodaqoh. Begitu juga dengan regulasi Baznas, sehingga mereka menjadi mitra Baznas untuk mensosialisasikan tentang program Baznas.
“Mudah-mudahan mereka dapat mempublikasikan tentang zakat dengan era mereka masing-masing,” jelasnya.
Salah satu peserta Duta Zakat, Nur Aina Oktaviani mengutarakan, dirinya menginginkan pada bulan Ramadan sekarang ini bisa berbeda dengan bulan Ramadan sebelumnya.
“Dengan ikutnya menjadi Duta Zakat selain mengisi kekosongan waktu dengan bergabung sebagai Duta Zaka, juga bisa menjadi lebih produktif dan bermanfaat ketimbang diam diri di rumah,”‘ pungkasnya. (rus)

























