SUKABUMITIMES.COM – Objek wisata pantai Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) Kabupaten Sukabumi ramai diserbu wisatawan pada libur panjang Iduladha 2025.
Ribuan wisatawan sejak Jumat (5/6/2025) hingga Minggu (8/6/2025) akhir pekan. Berdasarkan data dari Satuan Polisi Air dan Udara (Satpol Airud) Polres Sukabumi, jumlah pengunjung yang datang tercatat mencapai sekitar 2.800 orang lebih.
Kasatpol Airud Polres Sukabumi, AKP Nandang Herawan, mengatakan bahwa kondisi kunjungan wisata sejak Jumat hingga minggu kemarin terpantau cukup ramai, hal itu berdasarkan laporan dari personelnya di lapangan gabungan dengan instansi lain seperti Balawista.
“Alhamdulillah sejak hari Jumat sampai kemarin Minggu, informasi dari personel yang masuk, cukup ramai wisatawan yang datang ke pantai,” ujar AKP Nandang saat dikonfirmasi pada Minggu malam.
Dijelaskan Nandang, berbagai upaya dilakukan personel di lapangan, untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keselamatan, kecelakaan laut terhadap wisatawan yang tengah menikmati liburan, bahkan pihaknya menerjunkan 11 personel Satpol Airud yang disebar di sejumlah titik objek wisata pantai.
“Para personel fokus melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada para pengunjung agar selalu mematuhi aturan keselamatan,” jelasnya.
“Kami rutin memberikan imbauan agar wisatawan tidak berenang terlalu ke tengah laut dan selalu memperhatikan tanda larangan di titik-titik tertentu,” imbuhnya.
Imbauan tersebut, tegas Nandang dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pemasangan bendera merah, penggunaan pengeras suara (megaphone), hingga tiupan peluit untuk menarik perhatian pengunjung di lokasi pantai yang rawan.
Lebih lanjut AKP Nandang menegaskan, atas upaya upaya yang telah dikakukan tersebut, berhasil membuahkan hasil dimana selama tiga hari pengamanan berlangsung, tidak terjadi kecelakaan laut (laka laut) di wilayah pantai Palabuhanratu dan sekitarnya.
“Sejak hari Jumat sampai kemarin Minggu, Alhamdulillah, nihil laka laut,” tegasnya.
AKP Nandang juga menyampaikan, upaya upaya tersebut dilakukan agar bisa memenuhi harapan semua pihak yakni agar kesadaran wisatawan semakin meningkat terhadap keselamatan diri saat beraktivitas di kawasan pantai.
“Ke depan, kami harapkan wisatawan yang berkunjung bisa selamat, merasa aman dan nyaman. Namun, tentu itu juga harus dibarengi dengan pemahaman mana pantai yang boleh untuk berenang dan mana yang tidak,” tutup AKP Nandang. (stm)

























