SUKABUMITIMES.COM – Suasana duka menyelimuti keluarga korban Sukanta, sopir Bus MGI yang meninggal dunia setelah mengalami insiden kecelakaan lalulintas tunggal di ruas jalan nasional Palabuhanratu – Cibadak, tepatnya di Jalan Raya Pudunan Asem, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (9/6/2025) dini hari.
Isak tangis pecah saat keluarga datang ke rumah sakit Palabuhanratu, untuk membawa jenazah korban usai mendapat perawatan medis.
Anak korban, Intan (35), sesaat diwawancara sambil menahan isak tangis, mengenang sosok ayahnya yang berusia 59 tahun itu, yang dikenalnya sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab.
Intan, tidak kuasa membendung air mata saat menceritakan kenangan terakhir bersama almarhum ayahnya. Baginya, Sukanta adalah sosok ayah yang hangat, penyayang, dan tidak pernah mengeluh meski menjalani hari-hari tua seorang diri setelah ditinggal sang istri sejak 2018 silam.
“Bapak itu orangnya baik, ramah sama siapa saja. Kami anak-anaknya semua sudah menikah, jadi bapak kerja buat diri sendiri,” ungkap Intan dengan suara parau saat ditemui di Palabuhanratu, Senin (9/6/2025).
Menurut Intan, sang ayah belum lama menjadi pengemudi di perusahaan otobus MGI. Sebelumnya, almarhum bekerja sebagai sopir bus di wilayah Bogor.
“Belum lama pindah ke MGI. Sebelumnya kerja bawa bus di Bogor,” tambahnya.
Kabar duka itu, kata Intan, pertama kali diterimanya menjelang subuh, sekitar pukul 03.30 WIB. Namun ia baru benar-benar mendapatkan informasi lengkap pada pagi harinya. Seketika, keluarga langsung bergegas menuju rumah sakit Palabuhanratu.
“Semalam ada yang mengabari, tapi saya baru tahu jelas pagi-pagi. Kami langsung ke rumah sakit, dan di sana beliau dinyatakan meninggal,” tuturnya lirih.
Pihak rumah sakit, lanjut Intan, menyampaikan bahwa ayahnya mengalami luka serius, termasuk patah pada tiga tulang rusuk yang menembus paru-paru, serta patah di bagian kaki dan tangan.
“Katanya tulang rusuk bapak patah tiga, kena paru-paru, dan ada patah juga di kaki serta tangan,” ucap Intan.
Diberitakan sebelumnya, Insiden kecelakaan tunggal tragis terjadi di ruas jalan nasional Palabuhanratu – Cibadak, tepatnya di Jalan Raya Pudunan Asem, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (9/6/2025) dini hari.
Seorang sopir bus MGI bernama Sukanta Wijaya (59), warga Panaragan, Kota Bogor, meninggal dunia setelah tertabrak bus yang dikemudikannya sendiri. Korban sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Palabuhanratu, namun nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Bus MGI dengan nomor polisi F 7524 QA yang biasa melayani rute Palabuhanratu–Bogor tengah berhenti di pos keberangkatan untuk menunggu penumpang. Saat itu, mesin bus dalam kondisi menyala dan hanya diganjal batu.
Namun nahas, ketika Sukanta turun dari kendaraan, tiba-tiba bus melaju sendiri. Ia bersama kernet berusaha menghentikannya secara manual, tetapi justru tubuhnya terseret dan terbanting ke sisi kiri jalan, dan tubuh korban tertabrak bagian depan bus, yang kemudian baru berhenti setelah menabrak sebuah warung dan pohon di pinggir jalan. (stm)
























