SUKABUMITIMES.COM – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Sukabumi melaksanakan kegiatan pembinaan karakter siswa yang berlangsung di halaman sekolah pada Rabu (30/4/2025).
Pembinaan karakter kali ini, pihak sekolah mendatangkan Aiptu Dadang dari Polres Kota Sukabumi yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi dari kelas 7 hingga kelas 9.
Tampak ratusan siswa-siswi MTsN kota Sukabumi duduk berjajar dengan rapi dan secara khidmat mendengarkan tausiah dari pembicara.
Dalam tausiyahnya, Aiptu Dadang mengupas bagaimana proses pembentukan karakter dalam keseharian itu di mulai dari shalat qabliyah subuh hingga shalat ba’diyah isya.
“Katakanlah dari bangun tidur kita sudah menjalankan shalat sebelum subuh dan dilanjutkan dua rakaat subuh, dan kemudian shalat sunah lainnya sebelum menjalankan shalat fardhu hingga setelah isya,” ujar ustadz Dadang yang juga berprofesi sebagai polisi ini.

Rutinitas shalat yang kita kerjakan jika dengan dilandasi rasa ikhlas hanya kepada Allah SWT, maka disadari atau tidak akan mampu membawa perilaku kita ke arah yang lebih baik.
“Shalat bukan hanya sekedar rutinitas harian semata, namun mampu menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan setiap muslim, seperti nilai pendidikan, ketulusan, kesabaran, dan rasa syukur serta akhlak yang mulia,” ujar ustadz Dadang.
Makanya, ia mengajak kepada seluruh siswa-siswi MTsN Kota Sukabumi jangan sekali-kali meninggalkan shalat, harus dikerjakan dalam kondisi dan dimana pun juga.
“Jangan sekali-kali berani untuk meninggalkan shalat,” pesannya.
Begitu juga dengan Kepala MTsN Kota Sukabumi Ernawati dalam sambutannya mengungkapkan, siswa-siswi MTsN harus memiliki karakter yang kuat.
“Kita harus jadi manusia yang disiplin, tanggung jawab, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam hidup sehari-hari,” ajaknya.

Tidak lupa, ia mengingatkan siswa untuk selalu menjaga kebersihan, ketertiban, dan sikap sopan santun baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Kebersihan itu bagian dari iman, kita harus selalu bersikap sopan santun dimanapun kita berada,” tambahnya.
Ernawati mengungkapkan, pembinaan karakter ini mempunyai tujuan untuk membentuk karakter disiplin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sosial.
“Pertama, menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa. Mereka diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap tugas-tugas dan kewajiban mereka, serta untuk memahami dampak tindakan mereka terhadap orang lain,” ungkapnya.
Kemudian, dengan karakter disiplin tersebut, membantu siswa untuk memahami pentingnya aturan dan hukum, serta untuk mengikuti aturan dengan baik., serta membantu mencegah perilaku negatif seperti bullying, tawuran, dan perilaku yang bersifat negatif.
Ernawati berharap dengan pembinaan karakter seperti ini, anak-anak dapat berhati-hati dan lebih mawas diri dalam memilih pertemanan baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

“Anak-anak diharapkan dapat menjadi individu yang lebih bertanggung jawab, lebih menghargai orang lain, dan dapat membangun hubungan yang positif dengan teman-teman serta selalu menjaga nama baik Almamaternya dimanapun berada,” harapnya.
Wali kelas 7A (kelas digital) Kinang Harahap mempunyai harapan yang besar pada anak didiknya akan tertanam nilai-nilai moral yang baik.
“Selain itu, dengan pembinaan karakter ini akan mampu membangun karakter bangsa, dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, aman dan menyenangkan bagi siswa,” harapnya.
“Semoga siswa-siswi MTsN ini menjadi anak yang shalih dan shalihah, berakhlakul kharimah dan berkarakter positif di tengah gempuran krisis moral,” pesannya.
Pembinaan karakter seperti ini juga mendapat tanggapan positif dari orang tua siswa yang bernama Murni Anggraeni ibu Cantika Aulia Jasmine kelas 7A.
Dirinya sangat mendukung dengan adanya pembinaan karakter seperti itu. Karena menurutnya, banyak anak yang krisis akhlak.
“Jadi mudah-mudahan dengan ada nya pembinaan karakter, anak-anak bisa lebih tanggung jawab, jujur, disiplin, dalam segala hal, baik di rumah dan di sekolah,” ujarnya.
“Harapan saya kepada anak-anak supaya jadi anak yang shalih dan shalihah, serta menurut apa kata orang tua dan juga gurunya,” pungkasnya. (sya)

























