SUKABUMITIMES.COM – Tidak hanya jembatan darurat Bojongkopo yang terletak diantara Desa Loji dan Desa Cidadap kecamatan Simpenan yang mengalami kerusakan dampak hujan deras yang mengguyur pada Minggu (13/4/2025) malam.
Dampak cuaca ektrem juga mengakibatkan jembatan di Kampung Naringgul Desa Loji hilang tergerus banjir serta jembatan Cibubuay yang berlokasi di kampung Bojongsari Desa Mekarasihh mengalami amblas.
Diungkapkan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan Dandi Sulaeman berdasarkan laporan dan pengecekan yang dilakukannya pada Senin (14/4/2025) peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 Wib saat terjadi hujan deras dengan intensitas cukup tinggi.
“Iya mengakibatkan meluapnya air sungai akibat cuaca ekstrem merusak tiga unit jembatan penghubung desa maupun antar kecamatan di wilayah kecamatan simpenan tadi malam,” ujar Dandi.
Seperti jembatan darurat Bojongkopo yang berlokasi di kampung Bojongkopo Desa Loji merupakan jembatan alternatif ruas jalan nasional Bagbagan – Kiaradua kembali ambruk yang sebelumnya dipergunakan untuk kendaraan roda empat.
“Sementara jembatan awal yang sebelumnya ditutup untuk kendaraan roda empat dan sekarang dipergunakan kembali untuk melintas dengan satu arah dengan catatan maksimal ketinggian kendaraan 2,1 Meter,” ungkap Dandi.
Selanjutnya, kata Dandi lagi jembatan Naringgul merupakan penghubung antar kampung di Desa Loji, yakni kampung Pasir pogor, sawah bera, cipicung yang sebelumnya putus pada 6 Maret 2025 lalu dan 11 April jembatan tersebut diperbaiki dengan dikerjakan gotong royong warga untuk pembuatan alternatif kini kembali putus tergerus banjir.
“Panjang jembatan sekitar 5 Meter dan lebar 2,5 Meter kini hilang, sementara akses jembatan tidak bisa dilalui baik pejalan kaki dan roda dua,” terangnya.
Sementara untuk jembatan Cibubuay, tegas Dandi merupakan penghubung Desa Mekarasih menuju warungkiara atau ruas jalan kabupaten menghubungkan Mariuk Simpenan dengan Warungkiara yang berada di kampung Bojongsari mengalami putus.
“Nah ini di akibatkan pengikisan tanah, sementara akses hanya bisa dilalui roda dua namun kondisi jembatan masih berpotensi ambruk kembali,” tegasnya.
“Dari tiga insiden jembatan rusak tersebut, alhamdulillah tidak ada korban luka maupun jiwa, jumlah kerugian masih dalam kajian,” imbuhnya.
Dandi menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati hati, mengingat cuaca saat ini masih ekstrem.
“Kondisi kerusakan jembatan hampir 70 persen mengalami kerusakan, kepada masyarakat agar tetap waspada dengan kondisi saat ini musim penghujan dan bencana tidak mengenal waktu,” tandasnya. (stm)

























