SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, bahwa perannya sebagai wali kota bukan hanya sekedar sebagai pekerja, melainkan sebagai pelayan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat memberikan pengarahan di apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi pada Senin (14/4/2025).
Ayep Zaki mengatakan, dirinya masuk ke dunia politik dan saat ini menjadi wali kota bukan untuk minta dilayani, justru sebaliknya harus melayani masyarakat.
“Saya masuk ke dunia politik dan menjadi Wali Kota bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani. Jika masih ada kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial yang tinggi, maka itu bukan hanya masalah masyarakat, tapi juga kegagalan kita dalam melayani,” kata Wali Kota dalam arahannya.
Selain itu, Ayep Zaki menekankan pentingnya kejuruan, amanah, dan Integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ia mengajak seluruh aparatur untuk tidak sekadar menunjukkan kemampuan, tetapi juga menunjukkan karakter dan loyalitas yang kuat kepada visi kepemimpinan yang dijalankan.
“Tidak boleh lagi ada jabatan yang diperoleh karena uang. Siapa pun berhak bersaing secara terbuka, asal memiliki kompetensi dan integritas. Jangan berpura-pura baik di depan, tapi mencela di belakang. Itu bukan contoh integritas yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, semua program yang dijalankan oleh Pemkot harus berada dalam kerangka hukum yang jelas. Dalam hal ini, ia memberikan penekanan khusus pada peran Kepala Bagian Hukum untuk terus memberikan pencerahan hukum kepada seluruh perangkat daerah.
“Saya berharap Kabag Hukum bisa menjadi rujukan dalam meluruskan pemahaman hukum. Semua program harus sesuai dengan undang-undang, peraturan pemerintah, maupun peraturan daerah,” katanya.
Wali Kota Sukabumi juga menyampaikan bahwa meskipun ia baru menjabat selama 24 hari, langkah-langkah perubahan sudah mulai ia susun. Ia berkomitmen untuk menggunakan seluruh kekayaan daerah secara fungsional demi kesejahteraan masyarakat dengan mengelola dan memanfaatkannya untuk kepentingan publik.
“Seluruh aset daerah harus menjadi alat ukur pembangunan. Jika tempo dan iramanya tepat, maka hasilnya akan maksimal,” pungkasnya. (*)
SUMBER: KDP KOTA SUKABUMI



























