SUKABUMITIMES.com – Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara, mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dibentuk sejak peserta didik berada di bangku sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun karakter dan kebiasaan positif.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan BERGEMA (Bergerak Menjaga Alam) yang digelar Forum OSIS MPK Kota Sukabumi (FOKOSI) di SMAN 3 Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “SALAM: Satu Langkah Menjaga Alam Bersama” tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong mereka terlibat dalam aksi nyata.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar secara akademik, tetapi juga tempat membangun karakter. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kebiasaan kita,” ujar Dudung.
Ia menilai gerakan menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Dimulai dari hal-hal sederhana di sekolah dan kemudian dibawa ke lingkungan masyarakat,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V yang diwakili Pengawas SMK pada KCD Pendidikan Wilayah V, Rita Suparti Hasanah menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif para pelajar melalui kegiatan BERGEMA.
Menurut Rita, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancawaluya yang menekankan pembentukan karakter peserta didik.
“BERGEMA ini selaras dengan Pancawaluya. Pendidikan tidak hanya membentuk anak yang pintar, tetapi juga cageur, bageur, bener, dan singer,” tuturnya.
Ia mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari karakter yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
“Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari karakter yang perlu kita tumbuhkan bersama,” katanya.
Rita juga menilai pelajar memiliki peran strategis dalam membawa pesan perubahan, terutama di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembimbing FOKOSI, Nur Asiah, mengingatkan agar BERGEMA tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Ia mendorong para peserta untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai titik awal dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan.
“Mari bergerak bersama, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang,” kata Nur Asiah.
Ia pun memberikan apresiasi kepada pengurus FOKOSI yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi teman-teman pengurus FOKOSI yang sudah berinisiatif dan bekerja bersama untuk menghadirkan kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, hal terpenting dari kegiatan tersebut bukan sekadar terlaksananya acara, tetapi keberanian pelajar untuk mengambil peran dalam persoalan lingkungan.
“Ini bukan hanya tentang acaranya, tetapi tentang keberanian anak-anak muda untuk mengambil peran dan mengajak teman-temannya peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FOKOSI Kota Sukabumi menyampaikan bahwa BERGEMA lahir dari keinginan para pelajar untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar juga bisa mengambil peran. Kami mungkin belum bisa menyelesaikan semua persoalan lingkungan, tetapi kami bisa mulai dari apa yang ada di sekitar kami,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun lembaga tertentu. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda.
Dalam BERGEMA, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyusun gagasan.
“Harapannya, teman-teman setelah mengikuti BERGEMA tidak berhenti pada kegiatan hari ini,” katanya.
“Apa yang didapat dari materi dan FGD bisa dibawa ke sekolah masing-masing dan diwujudkan dalam aksi nyata,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenai berbagai persoalan lingkungan serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Para pelajar dibagi dalam kelompok untuk membahas berbagai persoalan lingkungan yang mereka temukan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. (sya)



























