SUKABUMITIMES.com– Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Sukabumi, Nurkosim, menegaskan peningkatan produktivitas pertanian tidak bisa hanya mengandalkan kerja keras petani, tetapi juga harus didukung inovasi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Karena itu, DPD TMI Kabupaten Sukabumi menjalin kerja sama dengan Pupuk CANO F80, produk pupuk lokal karya anak Sukabumi, sebagai langkah memperkuat sektor pertanian di daerah.
“Kami percaya bahwa kemajuan sektor pertanian harus didukung oleh kolaborasi antara organisasi petani, pelaku usaha, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan. Pupuk CANO F80 merupakan inovasi karya anak Sukabumi yang memiliki potensi untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian,” ujar Nurkosim dalam keterangannya, Selasa.
Menurutnya, kerja sama tersebut bukan sekadar memperkenalkan produk pupuk, tetapi merupakan bentuk komitmen DPD TMI Kabupaten Sukabumi dalam menghadirkan solusi nyata bagi para petani agar mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap para petani dapat memperoleh manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Kami ingin organisasi petani hadir bukan hanya sebagai wadah, tetapi juga menjadi penghubung berbagai inovasi yang benar-benar dibutuhkan petani,” katanya.
Nurkosim menjelaskan, kolaborasi dengan Pupuk CANO F80 akan diwujudkan melalui berbagai program pendampingan di lapangan. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi kepada kelompok tani, pelaksanaan demonstrasi plot (demplot), pelatihan teknik pemupukan yang tepat, hingga pendampingan secara berkelanjutan.
“Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti pada seremoni. Yang kami dorong adalah implementasi di lapangan melalui demplot, edukasi, dan pendampingan agar petani dapat melihat langsung manfaat penggunaan pupuk yang tepat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penggunaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
“Dengan pendampingan yang baik, kami optimistis hasil pertanian dapat meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga ikut terdongkrak,” jelas Nurkosim.
Selain berorientasi pada peningkatan hasil panen, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperluas penggunaan produk pertanian lokal sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi dari pelaku usaha daerah.
“Kami ingin produk karya anak Sukabumi mampu menjadi kebanggaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika petani menggunakan produk lokal yang berkualitas, maka ekonomi daerah juga akan ikut bergerak,” tuturnya.
Nurkosim mengajak seluruh petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), penyuluh pertanian, hingga seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung penggunaan produk pertanian lokal yang telah terbukti memiliki kualitas.
“Kami mengajak seluruh petani dan seluruh stakeholder pertanian untuk bersama-sama membangun pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan inovasi karya anak bangsa. Sinergi ini harus terus diperkuat demi masa depan pertanian Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (rus)



























