SUKABUMITIMES.com – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus mengalir dari berbagai kalangan.
Kali ini, aksi kemanusiaan datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunayuhi Sukabumi 2026 yang menginisiasi penggalangan donasi untuk membantu warga terdampak.
Penggalangan dana bertajuk Open Donasi Peduli Korban Kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026. Donasi dihimpun melalui pembayaran digital QRIS serta penggalangan dana secara langsung kepada masyarakat.
Koordinator Mahasiswa Unit KKN PPM UGM Gunayuhi Sukabumi 2026, Lazuardi Luth mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak. Sebagai mahasiswa KKN yang sedang mengabdi di wilayah Sukabumi, kami ingin memberikan kontribusi nyata melalui aksi kemanusiaan ini,” ujarnya.
Menurut Lazuardi, seluruh hasil donasi yang berhasil dikumpulkan disalurkan kepada warga terdampak kebakaran sebagai bentuk solidaritas untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka di masa pemulihan.
Ia menjelaskan, sasaran utama kegiatan tersebut adalah keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, serta kebutuhan pokok akibat kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UGM juga mengajak masyarakat luas untuk ikut menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya bagi warga yang sedang tertimpa bencana.
“Tujuan kami bukan hanya mengumpulkan bantuan, tetapi juga mengajak masyarakat bersama-sama menunjukkan kepedulian melalui aksi nyata. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan mereka,” katanya.
Lazuardi berharap aksi kemanusiaan tersebut mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana kemanusiaan serta mempercepat proses pemulihan warga terdampak,” pungkasnya. (stm)



























