SUKABUMITIMES.com – Jarum jam menunjukkan pukul tujuh pagi, deretan kendaraan berdatangan silih berganti tanpa henti. Suara mesin kendaraan berpadu dengan sapaan hangat dari seorang pria berseragam merah biru yang sigap berdiri di antara lajur pengisian. Dengan senyum yang tak pernah lepas, ia mengarahkan kendaraan menuju dispenser yang tersedia, membantu pelanggan, memastikan antrean tetap tertib tanpa mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Dialah Hasan, seorang marshal di SPBU Pertamina dengan kode 31.137.01 yang terletak di Jalan Gandaria 1, Jakarta Timur.
Ketika jam sibuk tiba, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci. Dalam hitungan detik, Hasan harus membaca situasi, mengarahkan kendaraan ke dispenser yang kosong, memberikan informasi kepada pelanggan, sekaligus memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman sesuai standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Semua dilakukan dengan sigap, namun tetap mengedepankan keramahan.
“Sebagai marshal, kami ingin setiap pelanggan merasa dilayani dengan baik sejak memasuki area SPBU. Tugas kami bukan hanya mengatur antrean kendaraan, tetapi juga membantu pelanggan agar proses pengisian BBM berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman. Senyum, sapaan, serta kesigapan dalam membantu pelanggan menjadi bagian dari pelayanan yang kami berikan setiap hari,” tutur Hasan.
Bagi Hasan, pekerjaan ini bukan sekadar mengatur kendaraan, melainkan menjadi bagian dari pelayanan yang menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat.
Semangat yang ditunjukkan Hasan juga menjadi cerminan ribuan operator dan marshal SPBU di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat yang meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Setiap hari, mereka menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, memastikan distribusi energi berjalan lancar sekaligus menghadirkan pelayanan yang profesional dan humanis.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, mengatakan bahwa kualitas pelayanan di SPBU tidak hanya diukur dari kecepatan pengisian BBM, tetapi juga dari pengalaman yang dirasakan pelanggan.
“Operator dan marshal adalah wajah Pertamina yang paling dekat dengan masyarakat. Dari merekalah pelanggan pertama kali merasakan nilai-nilai pelayanan Pertamina. Karena itu kami terus memperkuat kompetensi, budaya melayani, dan penerapan aspek keselamatan agar setiap pelanggan memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan setiap kali datang ke SPBU,” ujar Reno.
Untuk menjaga standar pelayanan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara konsisten melakukan pembinaan kepada operator dan marshal melalui pelatihan pelayanan prima, penguatan budaya kerja, serta peningkatan kompetensi HSSE. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan energi yang tidak hanya andal dari sisi pasokan, tetapi juga unggul dalam kualitas pelayanan.
Di balik energi yang kita isi tiap hari di SPBU, ada yang hadir paling depan, menyapa dengan ramah, membantu dengan tulus, dan memastikan setiap perjalanan pelanggan dapat dimulai dengan nyaman. Bagi Pertamina, energi tidak hanya mengalir melalui nozzle dispenser, tetapi juga melalui kepedulian, profesionalisme, dan senyum tulus para operator serta marshal yang menjadi wajah pelayanan perusahaan di setiap SPBU. (*/sya)



























