SUKABUMITIMES.com – Program unggulan “Sukabumi Go Internasional” yang diinisiasi Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, kembali membuktikan dampak nyatanya. Pada Rabu, 23 April 2026, tiga pemuda asal Kota Sukabumi berhasil tiba di Kuwait untuk memulai karier profesional mereka, menandai babak baru perjalanan generasi muda daerah menuju panggung global.
Ketiganya merupakan bagian dari 50 peserta yang sebelumnya telah dilepas langsung oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam program penempatan tenaga kerja luar negeri berbasis sistem yang legal, terstruktur, dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini bukan hanya soal keberangkatan, tetapi mencerminkan keberhasilan membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat di tingkat paling bawah.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus membuka peluang global bagi pemuda daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama lintas sektor yang solid.
“Kita tidak bekerja sendiri. Terimakasih kepada PT Dwitunggal Jaya Abadi yang memastikan seluruh prosedur penempatan berjalan sesuai aturan. Ini penting agar anak-anak kita berangkat secara legal, aman, dan terlindungi,” ujar Ayep.
Menurutnya, kehadiran PT Dwitunggal Jaya Abadi sebagai Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) menjadi pilar utama dalam proses rekrutmen hingga pelatihan. Seluruh peserta tidak hanya dipersiapkan secara administratif, tetapi juga dibekali keterampilan kerja, kesiapan mental, serta pemahaman budaya negara tujuan.
Selain itu, dukungan dari sektor keuangan juga menjadi faktor krusial. Ayep menyebut peran bank bjb Cabang Sukabumi sangat membantu dalam mengatasi kendala pembiayaan yang kerap menjadi hambatan bagi calon pekerja migran.
“bank bjb hadir memberikan solusi pembiayaan. Ini sangat penting, karena selama ini banyak anak muda kita yang punya kemampuan, tapi terhambat biaya. Sekarang itu tidak lagi jadi alasan,” katanya.
Lebih jauh, Ayep menyoroti pentingnya keterlibatan birokrasi dari tingkat bawah sebagai bagian dari sistem perlindungan. Ia menjelaskan bahwa camat, lurah, hingga pengurus RT/RW memiliki peran strategis dalam memastikan validitas data serta mencegah praktik penempatan ilegal.
“Kesuksesan ini dimulai dari lingkungan terkecil. RT/RW, lurah, hingga camat menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa warga yang berangkat benar-benar melalui jalur resmi. Ini penting untuk mencegah praktik ilegal yang merugikan,” tegasnya.
Tak kalah penting, ia juga menekankan peran keluarga, khususnya orang tua, sebagai fondasi moral bagi para peserta.
“Dukungan orang tua adalah kekuatan utama. Restu dan doa mereka menjadi bekal besar bagi anak-anak kita yang berjuang di negeri orang,” tambah Ayep.
Ke depan, Ayep Zaki berharap program ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pemuda Sukabumi.
“Ini baru langkah awal. Kita ingin semakin banyak anak muda Sukabumi yang bisa menembus pasar kerja internasional, membawa nama baik daerah, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, Perwakilan pendamping di Kuwait yang juga Komisaris PT Dwi Tunggal Jaya Abadi, Asep turut mendampingi proses penempatan. Ia memastikan bahwa ketiga pemuda tersebut telah tiba dengan selamat dan dalam kondisi prima.
“Alhamdulillah, perjalanan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Setibanya di Kuwait, mereka langsung mendapatkan pendampingan. Ini menunjukkan bahwa proses penempatan memang dilakukan secara profesional dan terprosedur,” ungkap Asep.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring terhadap kondisi para pekerja di negara tujuan, termasuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi sesuai kontrak kerja.
Program “Sukabumi Go Internasional” kini mulai dipandang sebagai model percontohan dalam tata kelola penempatan pekerja migran. Tidak hanya mengedepankan aspek legalitas, program ini juga mengintegrasikan pembiayaan, pelatihan, pengawasan, hingga dukungan sosial dari masyarakat. (*/sya)

























