Gaspol Infrastruktur! Ayep Zaki Tarik Proyek 8 Tahun Jadi 2–3 Tahun: Kalau Nunggu, Harga Keburu Melonjak

SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki berencana akan menarik pembangunan infrastruktur yang semestinya digarap dalam kurun waktu delapan tahun justru akan “ditarik” untuk diselesaikan hanya dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Penegasan ini disampaikannya ketika diwawancarai sukabumitimes.com setelah pelaksanaan karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi yang dipusatkan di Plasa Balai Kota Sukabumi pada Sabtu (18/4/2026)

“Percepatan pembangunan menjadi strategi penting untuk mengantisipasi lonjakan harga material di masa depan. Semua kita akan ada perubahan termasuk juga infrastruktur, kita akan tarik ke 2–3 tahun ke depan supaya pembangunan di 8 tahun ke depan bisa dikerjakan dalam tempo 2–3 tahun ke depan,” ujar Ayep Zaki yang didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dan ketua panitia karnaval Imron Wardhani.

Menurutnya, percepatan ini justru membawa keuntungan finansial bagi daerah. Ia menilai harga barang dan material saat ini masih relatif lebih murah dibandingkan beberapa tahun mendatang.

“Karena kita akan tarik pembangunan ini, kenapa? Ada satu keuntungan, barang hari ini jauh lebih murah dibanding dengan barang-barang pengadaan di 8 tahun yang akan datang,” tegasnya.

Ayep bahkan mengingatkan, tren kenaikan harga sudah mulai terasa, terutama setelah adanya kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berpotensi memicu kenaikan biaya material konstruksi.

“Contoh hari ini sudah ada kenaikan BBM non-subsidi, tentu saja ini akan dibarengi dengan kenaikan-kenaikan material,” katanya.

Karena itu, ia menilai percepatan pembangunan bukan sekadar ambisi, melainkan langkah strategis untuk efisiensi anggaran sekaligus memberikan manfaat lebih cepat kepada masyarakat.

“Oleh karena itu pembangunan infrastruktur untuk 8 tahun ke depan kita akan tarik ke 2–3 tahun ke depan. Seperti itu. Untuk memberikan satu efisiensi dalam pembangunan karena harga akan jauh lebih mahal,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada percepatan proyek fisik, Ayep juga menegaskan bahwa strategi ini akan ditopang oleh penguatan kapasitas fiskal daerah. Pemerintah Kota Sukabumi, kata dia, tengah berupaya meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tentu saja, kita fokus terhadap peningkatan APBD ke tahun-tahun yang akan datang, peningkatan PAD. Kita jangan diam di angka 1,3 triliun tapi kita akan naikkan terus ya,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui Transfer Keuangan Daerah (TKD) bisa terealisasi tepat waktu untuk menjaga kesehatan fiskal daerah.

“Mudah-mudahan TKD benar-benar terealisasi di bulan-bulan yang akan datang dan kita akan ada upaya untuk menyehatkan fiskal kita,” kata Ayep.

Dengan kombinasi percepatan pembangunan dan penguatan fiskal, Pemkot Sukabumi optimistis bisa menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dalam waktu lebih singkat.

“Oleh karena itu kita juga harus ada strategi di Kota Sukabumi. Membangun lebih cepat itu akan menguntungkan untuk masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *