SUKABUMITIMES.com – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menyusun arah pembangunan yang tepat sasaran melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota. Forum ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian proses perencanaan yang telah dimulai dari tingkat paling bawah.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Mohammad Hasan Asari, menegaskan bahwa Musrenbang kota bukan sekadar agenda formal, melainkan tahap akhir dari proses panjang yang melibatkan masyarakat secara luas.
“Jadi Musrenbang tingkat kota ini terkait rencana kerja pemerintah daerah merupakan sebuah tahap rangkaian tahapan di mana ujungnya Musrenbang tingkat kota. Kita sudah melakukan sejak mulai rembug warga, musyawarah tingkat kelurahan, kecamatan, forum perangkat daerah, dan hari ini puncaknya di Musrenbang kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh proses tersebut bertujuan merumuskan kebijakan dan langkah strategis yang akan ditempuh pemerintah dalam membangun Kota Sukabumi ke depan.
“Itu dalam rangka merumuskan kebijakan-kebijakan apa, dari sisi perencanaan itu tindakan-tindakan masa depan apa yang perlu dilakukan untuk membangun Kota Sukabumi agar indikator-indikator kinerja makro yang ditentukan nasional dan indikator kinerja utama pemerintah daerah itu bisa tercapai,” jelasnya.
Menurut Hasan, indikator makro menjadi tolok ukur penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Ia mencontohkan beberapa indikator utama yang menjadi fokus pemerintah daerah.
“Misalnya laju pertumbuhan ekonominya meningkat, kemiskinan menurun, indeks rasio Gini menurun. Nah itu perlu dirumuskan tindakan-tindakan dan program serta kegiatan apa yang mengarah dan menembak kepada indikator-indikator tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh, Hasan menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam proses perencanaan. Ia menggunakan istilah khas Sunda untuk menggambarkan harapan terhadap hasil pembangunan.
“Dan ini melibatkan semua, agar ceuk bahasa Sunda mah supaya katara (terlihat), karasa (terasa), karampa (teraba), terus katarima (berkenan) nanti apa yang dilakukan pemerintah itu berkenan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui proses yang transparan dan partisipatif, masyarakat dapat benar-benar merasakan manfaat dari setiap program yang dijalankan pemerintah.
“Jadi mudah-mudahan ini adalah sebuah proses yang dilalui dan tadi pada akhirnya masyarakat tahu, merasakan, meraba, dan menerima tindakan-tindakan atau program-program yang dilakukan oleh pemerintah karena memang untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Hasan juga menyoroti sejumlah persoalan strategis yang menjadi tantangan pembangunan di Kota Sukabumi. Di antaranya terkait pengangguran, ketimpangan, hingga masalah sosial dasar.
“Tantangan yang harus diselesaikan oleh Kota Sukabumi termasuk nanti jumlah pengangguran baik persentase maupun jumlah orangnya, kemudian rumah tidak layak huni, sampai data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) itu ada beberapa kriteria,” jelasnya.
Ia menambahkan, data DTKS menjadi acuan penting dalam menentukan sasaran program, termasuk dalam hal akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Sampai yang sudah memperoleh akses terhadap air bersih saja ada. Berapa orang yang belum menggunakan sumur, berapa yang menggunakan sumur yang belum tentu keamanannya dan sebagainya. Nah itu menjadi bagian yang fokus. Itu ter-cover datanya di DTKS,” paparnya.
Selain itu, isu kesehatan seperti stunting dan penguatan sektor ketenagakerjaan juga menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan.
“Makanya tadi menguraikan indikator makro itu, laju pertumbuhan ekonomi,, stunting, itu kan langsung memperbaiki apa kondisi-kondisi yang ada di masyarakat. Nah itulah yang harus disentuh,” tegas Hasan.
Ia juga menyinggung pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
“Jalannya melalui apa? Misalnya ketenagakerjaan bisa melalui pembangunan infrastruktur karena pada saat infrastruktur dibangun itu terdistribusikan finansial kepada sarana prasarana yang menumbuhkembangkan pertumbuhan ekonomi. Karena untuk membangun itu perlu bahan, perlu orang,” jelasnya.
Hasan kembali menegaskan bahwa Musrenbang menjadi ruang bersama untuk menyatukan persepsi dan merumuskan kebijakan secara kolaboratif.
“Makanya tadi forum ini merupakan salah satu bentuk memberikan informasi, katara ku sararea (terlihat oleh semua orang) bahwa merumuskan bersama dengan berbagai stakeholder,” ujarnya.
Pada akhirnya, ia berharap seluruh program yang dihasilkan dari Musrenbang dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Sehingga nanti pada akhirnya sesudah katara itu karasa, karampa, katarima. Lamun katarima ku masyarakat apa yang dilakukan oleh Pemerintah Sukabumi kan itu berpengaruh kepada mengiyakan bahwa langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah daerah ini akhirnya diterima dan berkenan di masyarakat,” pungkasnya. (sya)

























