350 Ribu Wisatawan Serbu Kabupaten Sukabumi pada Moment Liburan Panjang Lebaran 2026

SUKABUMITIMES.COM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Data terbaru mencatat lebih dari 350 ribu wisatawan datang, terutama saat momentum libur panjang seperti Idulfitri 1447 H/2026 kemarin.

Di balik capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi kini menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari rencana pembangunan tollgate hingga penataan sistem pengelolaan sampah berbasis zero waste.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan menjadi dorongan kuat untuk memperbaiki tata kelola pariwisata secara menyeluruh.

“Pariwisata ini menjadi sektor penunjang ekonomi selain pertanian. Maka, harus ada penguatan dari sisi tata kelola, kualitas sumber daya manusia, hingga ekosistem pariwisata itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu solusi yang tengah dikaji adalah pembangunan tollgate di kawasan wisata, khususnya di wilayah Palabuhanratu. Gagasan ini juga merupakan hasil rekomendasi dari pihak keamanan untuk meningkatkan pengawasan.

Menurut Ali, keberadaan tollgate nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk, tetapi juga sebagai sistem monitoring jumlah wisatawan secara lebih akurat.

“Selama ini data masih banyak diperoleh secara konvensional. Dengan tollgate, kita bisa memantau jumlah pengunjung secara real time, sekaligus mengantisipasi jika daya tampung wisata sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Saat ini, data kunjungan diperoleh dari enam objek daya tarik wisata (ODTW) yang dikelola pemerintah daerah melalui sistem tiket resmi. Sementara itu, sekitar 52 destinasi lainnya masih dikelola masyarakat, dengan tingkat pelaporan yang beragam.

Ali juga menyoroti potensi besar sektor pariwisata Sukabumi yang dinilai belum tergarap optimal. Ia membandingkan dengan Kabupaten Pangandaran yang mampu meraup pendapatan hingga Rp45–47 miliar per tahun dari sektor pariwisata.

“Padahal wilayah kita jauh lebih luas, tapi pengelolaan baru di lima destinasi. Ini yang harus kita benahi, tentu dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Penataan tersebut, lanjut Ali, juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat lokal dan pelaku usaha agar tetap mendapatkan manfaat ekonomi secara adil.

Di sisi lain, kondisi wisata selama libur Lebaran di enam destinasi yang dikelola Pemkab Sukabumi terpantau aman dan kondusif. Tidak ada kejadian kecelakaan laut yang fatal.

“Alhamdulillah non-accident. Kalau ada cedera ringan, langsung ditangani cepat. Ini bukti bahwa penyelenggara hadir memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan,” katanya.

Meski demikian, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius, terutama di kawasan wisata pantai. Selama ini, pengelolaan sampah masih dilakukan secara konvensional, yakni angkut-kumpul-buang.

Ke depan, Pemkab Sukabumi menargetkan penerapan sistem zero waste di setiap kawasan wisata, dengan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah langsung di lokasi.

“Kalau bisa, sampah selesai di tempat. Tidak perlu dibawa keluar kawasan, sehingga biaya operasional juga bisa ditekan,” ungkap Ali.

Terkait arahan Gubernur Jawa Barat, Ali menyebut ada dua fokus utama, yakni penambahan petugas kebersihan dan penyediaan sistem penanganan sampah terpadu di kawasan pantai. Namun hingga kini, dukungan tersebut masih dalam proses.

Pihaknya mengaku telah mengajukan proposal ke pemerintah provinsi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD dan instansi terkait.

“Kami sudah upayakan komunikasi dan pengajuan. Mudah-mudahan segera ada respons agar penataan pariwisata Sukabumi bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *