Bermaksud Pergi ke Ladang, Cepang Warga Cidadap Sukabumi Ditemukan Tewas: Diduga Terpeleset 

SUKABUMITIMES.com- Warga Kampung Babakan Sempur, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di sekitar area persawahan, Jumat (23/1/2026) sore. Korban diketahui bernama Cepang (63), warga setempat yang sebelumnya dilaporkan pergi ke ladang.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WIB, saat seorang pengguna jalan menemukan tubuh korban dalam kondisi tak bernyawa di Kampung Babakan Sempur RT 01 RW 11. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan petugas penanggulangan bencana.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan berdasarkan hasil keterangan sakdi korban sebelumnya meninggalkan rumah sekitar pukul 13.00 WIB untuk pergi ke sawah.

“Korban berangkat dari rumah menuju ladang sawah. Berdasarkan hasil pemantauan awal, korban diduga terpeleset lalu terbentur dan terbawa aliran air,” ujar Dandi

Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan pelipis yang diduga akibat benturan keras. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban.

Identitas korban diketahui bernama Cepang, laki-laki, lahir di Sukabumi pada 3 Maret 1962. Korban berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di Kampung Kawung Luwuk RT 007 RW 015, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan.

“Setelah proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tak berselang lama, pihak keluarga datang dan menjemput jenazah korban,” terangnya.

Sejumlah unsur terkait turut hadir dalam penanganan kejadian tersebut, di antaranya INAFIS Satreskrim Polres Sukabumi, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, P2BK Simpenan, serta Tagana.

“Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di area persawahan dan aliran air, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dan licin,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *