40 Tahun Mengayuh Becak di Sukabumi, Oding Kini Bisa Mengantar Penumpang dengan Becak Listrik Bantuan Prabowo

SUKABUMITIMES.com — Selama hampir empat dekade, Encep Kusnadi, yang akrab disapa Oding, menggantungkan hidupnya dari menarik becak di jalanan Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Kini, di usianya yang cukup tua, ia mendapatkan bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diharapkan dapat meringankan pekerjaannya sehari-hari.

Oding merupakan salah satu penerima bantuan becak listrik pada 2026. Bagi pria kelahiran Sukabumi tahun 1970 itu, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan baru, melainkan juga harapan untuk tetap bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dengan seorang istri dan tiga anak, Oding telah melewati perjalanan panjang sebagai penarik becak. Ia biasa mangkal di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, dan mengantarkan penumpang, terutama warga yang hendak pergi ke pasar.

Dari pekerjaan tersebut, Oding memperoleh penghasilan sekitar Rp60.000 hingga Rp100.000 per hari. Pendapatan itu bergantung pada jumlah penumpang yang menggunakan jasanya.

Saat diwawancarai Sukabumi Times, Oding mengaku bersyukur dan bangga menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia berharap kendaraan tersebut dapat membantu meringankan beban fisik yang selama ini harus ditanggungnya ketika mengayuh becak konvensional.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga mendapatkan bantuan becak listrik ini. Terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat kecil seperti saya,” ujar Oding.

Menurut dia, penggunaan becak listrik membuat pekerjaannya lebih ringan. Ia tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga kaki untuk mengayuh kendaraan, terutama ketika harus melewati jalan menanjak.

Selain itu, becak listrik dinilai dapat membantunya mengantarkan penumpang dengan lebih mudah dan cepat.

Bagi Oding, kemudahan tersebut sangat berarti. Setelah puluhan tahun mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah, kehadiran teknologi sederhana pada kendaraan yang digunakannya sehari-hari menjadi perubahan besar dalam pekerjaannya.

Meski telah mendapatkan becak listrik, Oding memahami bahwa kendaraan tersebut perlu dirawat dan digunakan sesuai peruntukannya.

Ia mengatakan, becak listrik itu akan digunakan untuk mengangkut penumpang, bukan membawa barang dengan beban terlalu berat karena dikhawatirkan dapat merusak kendaraan.

Terkait pengisian daya, Oding menyebut baterai becak listrik dapat diisi di rumah maupun di tempat yang menyediakan fasilitas pengisian daya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengisian baterai hingga penuh membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Ia berharap becak listrik tersebut dapat menunjang pekerjaannya dalam jangka panjang sehingga tetap bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski demikian, perjalanan mencari nafkah di jalanan Kota Sukabumi masih memiliki tantangan. Menurut Oding, kemacetan menjadi salah satu hambatan yang kerap dihadapinya ketika mengantarkan penumpang.

Bantuan becak listrik menjadi salah satu bentuk dukungan bagi penarik becak yang selama ini bekerja dengan mengandalkan tenaga fisik. Bagi penerimanya, bantuan tersebut diharapkan dapat membuat pekerjaan lebih ringan sekaligus membantu mereka mempertahankan mata pencaharian.

Oding sendiri mengaku pernah menerima bantuan sosial lainnya, seperti beras, minyak goreng, dan bantuan uang melalui sejumlah program pemerintah.

Namun, becak listrik memiliki arti tersendiri karena berkaitan langsung dengan pekerjaannya sehari-hari.

Di usianya yang tidak lagi muda, Oding masih ingin terus bekerja secara mandiri. Jalan Ahmad Yani tetap menjadi tempatnya mencari penumpang dan menyambung hidup.

Setelah hampir 40 tahun mengayuh becak, ia kini memiliki kendaraan yang diharapkan dapat membantunya bekerja dengan lebih ringan.

Bagi Oding, becak listrik bukan hanya alat transportasi, melainkan juga harapan agar tetap bisa mencari nafkah dengan lebih baik di tengah tantangan kehidupan perkotaan. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed