Sulap Sampah Jadi Berkah, Dospulkam IPB University Ajarkan Warga Mekarjaya Sukabumi Budidaya Maggot dan Olah Plastik Bekas

SUKABUMITIMES.com – Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University menghadirkan edukasi pengolahan limbah rumah tangga di Kampung Cikamplong, Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi pada (3/10/2026).

Program ini menyasar masyarakat umum, petani, peternak, hingga siswa Madrasah At Tarbiyah. Fokus utamanya adalah pengenalan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pemanfaatan sampah plastik bekas untuk kegiatan bercocok tanam.

Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sekaligus mengenalkan cara sederhana mengolah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Ketua Tim Dospulkam IPB University, Asep Nurhalim dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University menjelaskan, program ini berangkat dari kebiasaan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih dilakukan dengan cara membuang ke sungai, membakar secara terbuka, atau mengubur.

“Melalui edukasi dan praktik sederhana, masyarakat kami ajak mengenali jenis sampah, melakukan pemilahan, serta memahami potensi pemanfaatannya untuk kebutuhan pertanian dan peternakan,” ujarnya.

Tim Dospulkam sendiri terdiri dari Salahuddin El Ayyubi, Ahmad Syahirul Alim, dan Muhammad Anhar, dengan dukungan mahasiswa yakni Fadhil Jamaluddin, Aliyya Xaviera, Dahri Al Mutasim Billah, Firda Anggraini, Rifki Hilman Fauzi, dan Aisyah Jazlyn.

Pada sesi pengolahan sampah organik, warga dikenalkan dengan larva lalat tentara hitam atau maggot BSF. Larva ini mampu mengurai sisa makanan dan sampah organik lainnya yang telah dipilah.

Budidaya maggot ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Hasil olahannya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ikan dan unggas yang bernilai protein tinggi, serta kasgot atau bekas maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Pengenalan ini diarahkan agar petani dan peternak di Desa Mekarjaya dapat melihat keterkaitan langsung antara pengelolaan limbah rumah tangga dengan kebutuhan usaha mereka.

Sementara untuk sampah anorganik, siswa Madrasah At Tarbiyah dilibatkan dalam kelas kreatif bertema “Yuk, Sulap Sampah Jadi Berkah!”.

Dalam kelas tersebut, siswa diajak memanfaatkan kemasan plastik bekas sebagai pot atau wadah tanam, serta botol plastik bekas sebagai alat penyiraman dengan sistem irigasi tetes sederhana.

Para siswa dikenalkan pada proses lengkap mulai dari membersihkan kemasan bekas, menyiapkan media tanam, menanam benih bayam, hingga merawat tanaman. Pemanfaatan botol bekas untuk irigasi tetes juga menjadi sarana edukasi penyiraman yang efisien dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini menggabungkan pembelajaran tentang kebersihan lingkungan dengan pengalaman bercocok tanam secara langsung. Siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk memilah dan menggunakan kembali barang yang masih bermanfaat.

Untuk mengukur tingkat keberhasilan, tim Dospulkam menyiapkan pre-test dan post-test yang mencakup pengetahuan tentang pemilahan sampah, manfaat maggot dan kasgot, serta pemanfaatan plastik bekas. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan untuk menyusun program pendampingan selanjutnya.

Melalui program Dospulkam, IPB University berharap pengolahan limbah rumah tangga dapat menjadi kebiasaan berkelanjutan di Desa Mekarjaya. Keterlibatan warga dan siswa madrasah diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan sampah untuk mendukung pertanian dan peternakan masyarakat. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *