Revitalisasi Pasar Induk Jubleg Sukabumi Capai Rp68 Miliar, Anwari: Tahap Pemenuhan Persyaratan 

SUKABUMITIMES.com — Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mendorong percepatan rencana revitalisasi Pasar Jubleg menjadi pasar induk. Pemkab kini tengah melengkapi sejumlah persyaratan agar rencana pembangunan tersebut dapat direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Sarana Distribusi pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Anwari, mengatakan proses revitalisasi masih berada dalam tahap pemenuhan persyaratan.

Menurut dia, rencana pembangunan Pasar Induk Jubleg melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

“Untuk proses pembangunan akan dilaksanakan oleh Kementerian PU sehingga anggarannya dari Kementerian PU. Saat ini kami sedang menyelesaikan persyaratan-persyaratan, termasuk readiness criteria (RC),” kata Anwari saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).

Anwari mengatakan masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Pemkab Sukabumi. Meski belum ada kepastian mengenai realisasi pembangunan, pihaknya tetap menyiapkan seluruh dokumen dan persyaratan yang diminta.

Pemkab Sukabumi mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp 68 miliar untuk pembangunan pasar induk tersebut.

“Kami optimistis bisa terealisasi karena ini merupakan target RPJMD bupati yang belum terpenuhi dan kami coba laksanakan,” ujarnya.

Pasar Induk Jubleg nantinya diproyeksikan mampu menampung sekitar 266 pedagang.

Area pasar akan dibagi ke dalam empat zonasi, yakni zona basah, zona kering, zona pangan, dan zona non pangan.

Luas lahan eksisting yang disiapkan mencapai sekitar 19.225 meter persegi. Lahan tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan di dalamnya terdapat area terminal.

Sementara luas bangunan pasar direncanakan sekitar 7.000 meter persegi dengan konsep bangunan satu lantai.

Menurut Anwari, desain satu lantai tersebut salah satunya mempertimbangkan kondisi geografis Sukabumi yang memiliki potensi gempa.

“Karena Sukabumi rawan gempa, kami buat hanya satu lantai,” katanya.

Pembangunan pasar induk tersebut juga ditujukan untuk memangkas panjangnya rantai distribusi komoditas hasil pertanian, peternakan, dan produk usaha masyarakat Sukabumi.

Selama ini, kata Anwari, sebagian produk dari petani dan pelaku usaha di Sukabumi harus dikirim terlebih dahulu ke sejumlah pasar induk di luar daerah, seperti Jakarta dan Bandung, sebelum kembali dipasarkan di Sukabumi.

Kondisi tersebut dinilai membuat jalur distribusi menjadi lebih panjang dan berpotensi meningkatkan harga komoditas ketika sampai ke konsumen.

“Pertimbangan awal pembentukan pasar induk ini untuk memutus rantai distribusi. Saat ini produk petani, peternak, dan pelaku usaha lainnya banyak yang dibawa ke pasar induk Jakarta maupun Bandung, kemudian kembali lagi ke Sukabumi. Akibatnya, harga menjadi lebih tinggi,” jelas Anwari.

Dengan adanya pasar induk di Sukabumi, pemerintah berharap distribusi komoditas dari produsen menuju pasar dapat berlangsung lebih pendek dan efisien.

Pemilihan Pasar Jubleg sebagai lokasi pasar induk juga bukan tanpa pertimbangan.

Anwari menyebut kawasan tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas perdagangan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Pasar Jubleg sebelumnya menjadi salah satu titik tujuan masyarakat dari wilayah Cianjur Selatan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Nyalindung.

“Jubleg memiliki area yang strategis. Pasar Jubleg awalnya menjadi titik tujuan penduduk Cianjur Selatan yang berbatasan dengan Kecamatan Nyalindung,” ujar Anwari.

Meski demikian, Pemkab Sukabumi masih harus menyelesaikan sejumlah persyaratan sebelum pembangunan dapat masuk ke tahap pelaksanaan.

Hingga Kamis (8/10/2026), belum ada kepastian kapan pembangunan fisik Pasar Induk Jubleg dimulai. Pemkab Sukabumi menyatakan akan terus melengkapi seluruh persyaratan agar usulan revitalisasi tersebut dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat. (Rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *