SUKABUMITIMES.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, profiling ASN dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan potensi aparatur secara lebih komprehensif.
“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan potensi ASN,” ungkap Zudan dalam siaran pers, dikutip Rabu (30/9/2026).
Menurut Zudan, hasil profiling tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menempatkan serta mengembangkan ASN sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“ASN dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi,” ujarnya.
BKN secara bertahap melakukan profiling terhadap 600.000 ASN se-Indonesia hingga akhir 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun manajemen talenta ASN yang berbasis data.
“Ini menjadi bagian penting dalam membangun manajemen talenta berbasis data,” kata Zudan.
Melalui profiling tersebut, BKN akan memetakan sejumlah aspek penting yang berkaitan dengan aparatur, mulai dari potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier hingga literasi digital.
“Potensi dan kompetensi akan dipetakan secara lebih komprehensif,” tuturnya.
Data yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung pengembangan karier dan penempatan ASN secara lebih terarah. Dengan demikian, pengelolaan talenta aparatur dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
“Pengembangan karier dapat dilakukan lebih terarah,” ujar Zudan.
BKN menargetkan program tersebut dapat menjangkau hingga 600.000 ASN sampai penghujung tahun ini. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan ASN dari berbagai instansi pemerintah.
Menariknya, setiap instansi tidak dikenakan biaya untuk mengikutsertakan ASN dalam program profiling tersebut.
“Setiap instansi tidak dipungut biaya,” tegas Zudan.
Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat ketersediaan data talenta ASN secara nasional, sehingga potensi aparatur dapat dikenali dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi. (sya)
































