36 Tahun Jualan Bendera Merah Putih, H. Udin Tetap Setia di Jalan Lettu Bakri Sukabumi

SUKABUMITIMES.com – Bagi sebagian orang, menjual bendera Merah Putih mungkin hanya menjadi pekerjaan musiman menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, bagi H. Udin, berjualan bendera merupakan bagian dari perjalanan hidup sekaligus bentuk kecintaannya terhadap Tanah Air.

Sejak 1990, H. Udin telah menjajakan bendera Merah Putih di sepanjang Jalan Lettu Bakri, Kota Sukabumi. Selama lebih dari tiga dekade, ia tetap bertahan meski perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat berbelanja

Di tengah maraknya perdagangan melalui platform digital, H. Udin memilih tetap membuka lapaknya dan melayani pembeli secara langsung.

Saat ditemui Sukabumi Times.com di lokasi jualannya, Minggu (9/8/2026), H. Udin mengenang awal mula dirinya berjualan bendera bersama sang istri yang kini telah meninggal dunia.

“Dari tahun 1990 saya bersama istri sudah berjualan bendera. Mungkin waktu itu kami termasuk yang pertama berjualan bendera di Kota Sukabumi,” ujar H. Udin.

Menurut dia, penjualan bendera pada 2026 terbilang cukup baik. Sejumlah warga hingga instansi masih datang langsung ke lapaknya untuk membeli berbagai jenis bendera dan perlengkapan kemerdekaan.

“Alhamdulillah tahun ini banyak yang membeli. Walaupun sekarang banyak yang jual secara online, saya tetap semangat berjualan secara langsung,” katanya.

Bendera yang dijual H. Udin didatangkan dari Garut dengan berbagai ukuran dan jenis. Harganya pun beragam, mulai dari Rp 5.000 hingga sekitar Rp 200.000 untuk jenis tertentu.

Salah satu produk yang dijualnya adalah background berukuran panjang sekitar 10 meter dengan harga mencapai Rp 200.000.

Menurut H. Udin, salah satu kelebihan berbelanja langsung di lapaknya adalah pembeli dapat melihat barang secara langsung. Jika barang yang dibeli tidak sesuai, pembeli juga dapat menukarnya kembali.

“Kalau beli di sini dan barangnya tidak sesuai, bisa ditukar. Itu salah satu kelebihannya,” ujarnya.

Dalam setahun, ia biasanya berjualan perlengkapan seperti bendera hanya pada dua momentum, yakni menjelang Hari Jadi Kota Sukabumi dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah musim penjualan bendera berakhir, H. Udin kembali menjalani pekerjaan sehari-harinya sebagai penjual bambu di wilayah Nyomplong.

Puluhan tahun berjualan di lokasi yang sama membuat keberadaan H. Udin cukup dikenal masyarakat. Bahkan, sejumlah instansi masih menjadi pelanggan yang datang untuk membeli bendera dan perlengkapan kemerdekaan.

“Alhamdulillah, selama jualan di Jalan Lettu Bakri ini sudah banyak yang tahu. Jadi masih banyak yang datang membeli, termasuk dari instansi,” tuturnya.

Namun, H. Udin juga merasakan adanya perubahan kebiasaan masyarakat dalam menyambut HUT Kemerdekaan.

Ia mengingat, pada masa lalu sering terdapat imbauan agar masyarakat memasang bendera Merah Putih secara serentak menjelang peringatan HUT RI. Imbauan tersebut, menurut dia, membuat warga berbondong-bondong membeli dan memasang bendera di lingkungan masing-masing.

“Dulu sering ada pemberitahuan untuk memasang bendera secara serentak. Jadi banyak warga yang membeli dan memasang. Tapi sekitar lima tahun terakhir saya sudah jarang mendengar arahan seperti itu,” katanya.

Bagi H. Udin, memasang bendera Merah Putih bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, bendera merupakan simbol penghormatan kepada bangsa dan negara.

“Bagi saya, memasang bendera Merah Putih adalah sebuah penghormatan besar kepada negara tercinta, Republik Indonesia,” ujar H. Udin.

Di usianya yang terus bertambah, semangat H. Udin untuk mengibarkan Merah Putih melalui lapak sederhananya di Jalan Lettu Bakri belum padam.

Selama masih ada masyarakat yang ingin menyambut kemerdekaan dengan mengibarkan Sang Saka, H. Udin akan tetap berdiri di lapaknya, menjual bendera Merah Putih sekaligus menjaga sebuah tradisi yang telah ia jalani selama 36 tahun. Merdeka! (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed