SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai pengusaha yang berhasil menembus pasar internasional di hadapan para pelaku UMKM Kota Sukabumi.
Dalam kegiatan yang dihadiri unsur perusahaan, Dinas Perdagangan, komunitas UMKM dan para peserta tersebut, Ayep tampil santai sambil memberikan motivasi dan pengalaman nyata membangun usaha dari nol hingga sukses melakukan ekspor ke 13 negara.
Ayep mengungkapkan dirinya mulai serius menekuni dunia usaha sejak tahun 1994 saat berusia 29 tahun. Tiga tahun berselang, tepatnya tahun 1997, ia berhasil melakukan ekspor perdana ke Jepang.
“Ekspor pertama saya ke Jepang, ke Kawasaki, Mitsubishi dan beberapa daerah lainnya,” ungkapnya, usai membuka kegiatan Sosialisasi Trade Expo Indonesia Wilayah Sukabumi di Ruper BJB, Jumat (22/5).
Menurut Ayep, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Ia mengaku membangun usahanya tanpa latar belakang keluarga kaya maupun warisan bisnis. Semua dirintis melalui keberanian mencoba, membangun relasi dan aktif mencari peluang.
Kini, usaha yang dibangunnya telah berkembang hingga mampu menjangkau pasar di 13 negara, termasuk Mesir.
Dalam pemaparannya, Ayep menegaskan bahwa pelaku UMKM jangan terlalu fokus mengejar keuntungan besar saat memulai usaha ekspor. Baginya, membangun jaringan bisnis menjadi modal paling penting.
“Koneksi itu nomor satu. Kalau relasi sudah terbentuk, peluang usaha akan datang sendiri,” katanya.
Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk aktif mengikuti berbagai pameran dan kegiatan usaha. Menurutnya, dari kegiatan tersebut pelaku usaha bisa belajar sekaligus memperluas jaringan bisnis.
Ayep bahkan menyebut dirinya dulu hampir selalu hadir dalam kegiatan pameran yang digelar Kementerian Perdagangan hingga usahanya mulai dikenal luas.
Selain berbagi pengalaman ekspor, Ayep turut menceritakan perjuangannya mencari modal usaha di masa awal merintis bisnis. Ia mengaku pernah mendatangi berbagai perusahaan dan instansi demi memperoleh bantuan CSR maupun dukungan modal usaha.
Dari perjuangan tersebut, ia berhasil mendapatkan bantuan dana mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk mengembangkan usaha.
Ia pun mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya menunggu bantuan datang, melainkan harus aktif mengejar peluang dan informasi usaha.
“Kalau mau maju, kita harus bergerak sendiri dan berani mencoba,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ayep mengatakan saat ini dirinya ingin menggunakan pengalaman bisnis yang dimiliki untuk membantu masyarakat serta mendorong UMKM Sukabumi agar mampu naik kelas dan menembus pasar ekspor dunia. (*/uml)

































