AS Lewat, Ini Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026

SUKABUMITIMES.com – Laporan terbaru 2026 Prosperity Index menunjukkan fakta menarik tentang peta kesejahteraan dunia. Negara dengan ekonomi terbesar ternyata tidak otomatis menjadi tempat hidup paling makmur bagi warganya.

Dalam laporan yang dirilis Atlantic Council, posisi Amerika Serikat justru berada di urutan ke-38 dunia meski selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi dan inovasi global.

Indeks tersebut tidak hanya menilai kekuatan ekonomi melalui produk domestik bruto (PDB), tetapi juga mempertimbangkan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, pemerataan sosial, lingkungan hidup, hingga peluang bagi kelompok minoritas.

Hasilnya, negara-negara Nordik kembali mendominasi daftar teratas. Norwegia dinobatkan sebagai negara paling makmur di dunia tahun 2026 dengan skor 91,6. Posisi berikutnya ditempati Islandia, Denmark, dan Swedia.

Negara-negara tersebut dinilai unggul dalam kualitas pelayanan publik, tingkat kepercayaan sosial masyarakat, hingga distribusi kesejahteraan yang lebih merata.

Keberhasilan Norwegia disebut tidak lepas dari pengelolaan kekayaan energi yang efektif. Pendapatan dari sektor minyak dialihkan ke dana abadi negara atau sovereign wealth fund senilai sekitar US$2,2 triliun. Dana itu digunakan untuk menopang layanan kesehatan, pendidikan, dan menjaga kestabilan ekonomi jangka panjang.

Dengan pendapatan per kapita mendekati US$90 ribu, Norwegia mampu mempertahankan standar hidup tinggi tanpa menghadapi jurang ketimpangan sosial yang tajam.

Fenomena lain juga terlihat di kawasan Eropa Tengah. Slovenia yang berada di posisi ke-10 serta Republik Ceko di peringkat ke-12 berhasil melampaui negara ekonomi besar seperti Jerman dan Prancis.

Kinerja itu didorong kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta sistem pemerataan sosial yang dinilai lebih efektif.

Di kawasan Asia, Singapura menjadi negara dengan posisi tertinggi dengan menempati peringkat ke-18 dunia. Negara kota tersebut dinilai sukses membangun infrastruktur publik yang efisien melalui investasi jangka panjang di sektor transportasi, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Selain Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan juga masuk dalam daftar 30 besar negara paling makmur.

Namun laporan itu mencatat tingginya biaya hidup, populasi menua, serta budaya kerja yang sangat intens masih menjadi tantangan besar di sejumlah negara maju Asia.

Sementara itu, posisi Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Meski memiliki pasar modal terbesar di dunia dan menjadi rumah bagi banyak perusahaan teknologi raksasa, kualitas hidup masyarakatnya dinilai tertahan oleh ketimpangan ekonomi, mahalnya layanan kesehatan, dan rendahnya mobilitas sosial.

Laporan tersebut bahkan mencatat angka harapan hidup Amerika Serikat berada di peringkat ke-46 dunia, terendah di kelompok negara maju berpendapatan tinggi.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi saja belum cukup untuk menciptakan kesejahteraan merata. Negara-negara dengan skor tertinggi justru memiliki kombinasi pertumbuhan ekonomi stabil, layanan publik yang kuat, pemerataan kesempatan, serta investasi sosial yang dijaga secara konsisten. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *