SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa launching Manajemen Talenta (MT);ini menandai penempatan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berbasis merit sistem sebagai langkah besar memutus praktik penempatan pejabat yang selama ini kerap dipersepsikan sarat subjektivitas.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Ayep Zaki kepada sukabumitimes.com setelah launching Manajemen Talenta (MT) yang bertempat di Balai Kota Sukabumi pada Senin (27/4/2026).
“Kita nanti tidak lagi menempatkan jabatan-jabatan ini berdasarkan subjektivitas wali kota, tapi berdasarkan objektivitas dari kemampuan atau talenta seluruh ASN,” tegas Ayep Zaki.
Menurutnya, langkah tersebut bukan kebijakan instan. Sistem manajemen talenta ini merupakan tindak lanjut dari proses panjang yang telah diusulkan sejak September 2025 dan kini mulai memasuki tahap implementasi.
“Hari ini kita mulai pelaksanaan. Ini tonggak perubahan birokrasi di Sukabumi. Kita ingin ASN ditempatkan karena kapasitas, bukan kedekatan,” ujarnya.
Dalam skema baru ini, Pemkot Sukabumi menggunakan pendekatan nine-box matrix atau sembilan boks manajemen talenta sebagai alat memetakan kompetensi dan integritas pegawai.
ASN yang masuk kategori boks 7, 8, dan 9 menjadi prioritas untuk mengisi posisi strategis, termasuk pada level Eselon 2 dan Eselon 3 yang mulai diisi melalui mekanisme tersebut.
Ayep menilai, model ini membuat setiap ASN memiliki kesempatan yang sama membangun karier melalui prestasi.
“ASN sekarang mengintervensi nasibnya sendiri melalui kinerja, kompetensi, dan integritasnya. Kalau masuk boks unggulan, peluang memimpin terbuka,” katanya.
Ia menepis anggapan sistem ini menghilangkan peran kepala daerah. Menurutnya, wali kota dan wakil wali kota tetap berwenang menentukan kecocokan penempatan, namun pilihan diambil dari kandidat terbaik yang sudah disaring sistem.
“Peran kepala daerah tetap ada, tapi basisnya objektif. Kita tinggal menempatkan talenta terbaik pada dinas yang paling tepat,” ungkapnya.
Salah satu pesan kuat yang disampaikan orang nomor satu di Kota Sukabumi ini adalah sistem baru ini menutup peluang intervensi dari pihak luar dalam urusan mutasi dan promosi jabatan.
Ayep menyebut reformasi ini sebagai upaya membersihkan birokrasi dari praktik titipan dan pengaruh nonprofesional.
“Dengan manajemen talenta ini, ruang intervensi ditutup. Tidak ada lagi cerita penempatan karena tekanan luar atau pertimbangan nonkinerja,” ujarnya.
Menurut Ayep, sistem ini justru menciptakan transparansi karena seluruh proses berbasis data dan rekam jejak ASN.
“Yang menentukan bukan like and dislike wali kota. Yang menentukan adalah sistem, data, dan kompetensi,” ucapnya.
Lebih dari sekadar penataan mutasi, Ayep menyebut manajemen talenta adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan kepemimpinan birokrasi Sukabumi lima sampai sepuluh tahun mendatang.
Ia ingin Kota Sukabumi memiliki cadangan pemimpin birokrasi yang matang, berintegritas, dan visioner.
“Kita sedang menyiapkan masa depan birokrasi Sukabumi. Ini bukan untuk satu dua tahun, tapi desain 5 sampai 10 tahun ke depan,” kata Ayep.
Ia bahkan optimistis sistem ini bisa menjadikan Sukabumi sebagai model nasional tata kelola SDM pemerintahan.
“Saya ingin Sukabumi menjadi percontohan. Orang datang belajar ke sini soal merit system dan manajemen talenta,” ujarnya.
Menariknya, Ayep menegaskan reformasi birokrasi ini hanya satu bagian dari agenda besar transformasi pemerintahan yang tengah ia siapkan. Setelah penataan SDM, Pemkot juga akan membangun sistem filantropi untuk mendukung misi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemerintahan modern harus kuat pada dua sisi sekaligus: birokrasi profesional dan keberpihakan sosial.
“Kita bangun birokrasi yang kuat, sekaligus sistem filantropi yang menopang kesejahteraan masyarakat. Dua-duanya harus berjalan,” kata Ayep.
Bagi Ayep Zaki, dimulainya manajemen talenta bukan sekadar urusan mutasi pejabat, melainkan simbol perubahan cara berpikir pemerintahan.
“Hari ini bukan hanya menata jabatan, tapi menata masa depan pemerintahan Kota Sukabumi,” pungkasnya. (sya)





























