SUKABUMITIMES.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menegaskan pentingnya penguatan peran komite dalam mendukung peningkatan kualitas Madrasah Aliyah di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Komite Madrasah Aliyah se-Jawa Barat yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat pada Selasa (14/4/2026).
“Madrasah di Jawa Barat berjumlah sekitar 1.455 lembaga yang tersebar di 27 kabupaten/kota, baik negeri maupun swasta yang dikelola masyarakat, ulama, dan pesantren,” ungkap Kakanwil Dudu Rohman.
Masih kata Kakanwil, namun pada tahun 2026 justru terjadi penurunan jumlah peserta didik hingga hampir 16 ribu siswa.
“Nah, ini menjadi tantangan bersama yang harus direspons melalui penguatan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan madrasah ditentukan oleh tiga komponen utama, yakni kepala madrasah sebagai penggerak, guru yang profesional, serta dukungan masyarakat melalui komite madrasah.
“Peran komite sangat strategis dalam membantu madrasah membangun kepercayaan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” menurut Dudu Rohman.
Kakanwil juga menyoroti banyaknya potensi siswa madrasah yang belum tersalurkan secara optimal.
Ia menyebutkan bahwa terdapat siswa madrasah yang memiliki prestasi di berbagai bidang seperti olahraga, tilawah Al-Qur’an, bahasa Arab, bahasa Inggris, hingga bidang akademik lainnya. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya terwadahi karena keterbatasan program dan sarana pendukung.
“Banyak siswa madrasah yang berpotensi, ada yang juara olahraga, juara ngaji, juara bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tetapi kegiatan yang menyalurkan potensi itu belum maksimal. Ini yang harus kita dorong bersama agar bakat anak-anak madrasah bisa berkembang,” ujar Dudu Rohman sebagaimana dikutip dari jabar.kemenag.go.id pada Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut, Kakanwil mendorong agar komite madrasah aktif membantu pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dan program pembinaan bakat siswa.
Menurutnya, komite harus memandang madrasah sebagai milik bersama sehingga dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara kolektif.
“Anggap saja madrasah itu milik kita bersama. Komite harus memperkuat komunikasi dengan kepala madrasah dan guru, sehingga potensi siswa dapat dikembangkan dan kualitas pendidikan meningkat,” katanya.
Kakanwil Dudu Rohman juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi antara komite dengan pihak madrasah. Ia membuka ruang dialog dan mendorong komite untuk aktif menyampaikan masukan demi kemajuan madrasah.
“Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi emas 2045 melalui pendidikan madrasah yang berkualitas,” tekannya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kanwil Kemenag Jabar juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan potensi siswa madrasah, termasuk dalam bidang akademik dan keagamaan.
“Hal ini dilakukan agar lulusan madrasah memiliki kompetensi yang kuat dan mampu bersaing di berbagai bidang,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan bahwa peran komite madrasah telah diatur dalam PMA Nomor 16 Tahun 2020, yang menegaskan komite sebagai lembaga mandiri beranggotakan orang tua/wali peserta didik, tokoh masyarakat, dan pemerhati pendidikan.
“Komite kami harapkan mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan serta memperkuat sinergi antara madrasah dan masyarakat,” bebernya.
Ia berharap kegiatan pembinaan komite madrasah tersebut tidak berhenti pada pertemuan kali ini, tetapi berlanjut dengan langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas madrasah di Jawa Barat.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran komite. Kita ingin madrasah terus maju, berkembang, dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*/sya)































