Di Kampung Sosial, Ayep Zaki Berharap Sukabumi Jadi Kota Sosial

SUKABUMITIMES.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan keinginannya supaya kota Sukabumi kedepannya bisa menjadi kota sosial. Dimana endingnya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Kota Sukabumi.

Hal ini diungkapkannya ketika diwawancarai sukabumitimes.com sesaat setelah menghadiri kegiatan kampung sosial yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi bekerjasama dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi bertempat di Taman Cikondang pada Selasa (7/4/2026).

“Diawali dengan kampung sosial ini, kita akan naikkan menjadi kota sosial. Kita ciptakan Sila kelima dari Pancasila, yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun dalam hal ini kita ciptakan keadilan sosial bagi seluruh kota Sukabumi,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki.

Sebagai upaya untuk mewujudkan keadilan sosial ini tentu membutuhkan kerjasama dengan semua pihak.

“Terkait dengan anggaran tentu bisa berasal dari pusat, provinsi, juga dari APBD kita, serta filantropis dari yayasan-yayasan yang peduli terhadap sosial,” ujar Ayep Zaki.

Untuk saat ini, masih kata Ayep, fokus pemerintah kota dalam bidang sosial itu antara lain bagaimana menurunkan angka stunting, penurunan angka kemiskinan, pengangguran.

“Serta memberikan pelayanan pembangunan UMKM yang sumbernya dari dana filantropis,” tutupnya.

Masih ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih mengungkapkan bahwa kegiatan di kota Sukabumi saat ini merupakan program Kampung Sosial yang diselenggarakan oleh Jabar.

“Program Kampung Sosial di Kota Sukabumi ini yang pelaksanaan yang kedua setelah Tasikmalaya. Nanti kegiatan serupa juga akan menyasar wilayah lain,” ungkap Noneng.

Dalam kegiatan di Kota Sukabumi ini, pihak Dinsos Jabar juga memberikan berbagai bantuan, seperti kursi roda, rehabilitasi sosial, sembako, pelatihan, bantuan modal, serta membersihkan tempat-tempat kita bersosial.

“Nah, untuk kampung Cikondang ini ada 143 orang yang harus kita beri atensi khusus, sehingga kami tadi memberikan berbagai bantuan sosial,” ujar kadis Noneng Komara Nengsih.

Ia menjelaskan bahwa berbagai bantuan sosial yang dibagikan di kampung sosial ini lebih banyak dari filantropis.

“Kita lebih bekerja sama dengan seluruh filantropis ya. APBD-nya tadi adalah lebih ke support dari tenaga dari teman-teman Dinas Sosial seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kadinsos Kota Sukabumi Asep Suhendrawan menjelaskan bahwa kampung sosial itu sebagai upaya untuk meminimalisir yang dulunya berbagai kegiatan sosial itu selalu langsung ke atas, sedangkan kita berupaya untuk lebih melibatkan semua elemen yang ada.

“Nah, ini diharapkan semua komponen yang ada di wilayah di kampung itu, mulai RT, RW, memahami, mengetahui berapa sih Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang ada didaerahnya,” jelas Suhendrawan.

Kadinsos Kota Sukabumi juga menyampaikan bahwa program kampung sosial di kota Sukabumi ini adalah yang kedua setelah di Kota Tasikmalaya.

“Tadi sudah disampaikan Bu Kadis bahwa program ini merupakan yang kedua setelah Kita Tasik,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *