SUKABUMITIMES.com – Harapan besar petani Kabupaten Sukabumi kembali menguat. Berbekal capaian swasembada pangan sepanjang 2025, daerah ini kini menatap 2026 dengan target lebih tinggi, naik ke peringkat pertama nasional produksi pangan.
Optimisme tersebut mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Produksi Swasembada Pangan dan Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi yang digelar Dinas Pertanian di Hotel Augusta Palabuhanratu, Selasa (10/2/2026).
Asisten Daerah II Setda Kabupaten Sukabumi, Puji Widodo, menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian bukan kerja satu pihak, melainkan hasil gotong royong antara pemerintah, penyuluh, dan petani.
“Kalau 2025 kita sudah di peringkat dua nasional, 2026 kenapa tidak kita kejar yang terbaik,” ujarnya.
Puji menyebut penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam menjaga semangat dan produktivitas petani di lapangan.
” Pendampingan intensif menjadi kunci meningkatnya luas tanam dan hasil panen,” terangnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengungkapkan produksi padi pada 2025 mencapai lebih dari 1 juta ton, jauh melampaui target awal. Hal serupa terjadi pada jagung yang produksinya melesat hingga 133 ribu ton.
“Bahkan masih ada potensi lahan panen yang belum terlaporkan. Ini menunjukkan sektor pertanian Sukabumi masih sangat menjanjikan,” kata Aep.
Prestasi tersebut mengantarkan Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan nasional dan provinsi. Memasuki 2026, dukungan pemerintah pusat, penyerapan gabah oleh BULOG, serta bantuan sarana pertanian terus diperkuat untuk menjaga kesejahteraan petani dan stabilitas harga.
“Dengan capaian ini Kabupaten Sukabumi kian mantap meneguhkan diri sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Barat, bahkan nasional,” tandasnya. (stm)































