SUKABUMITIMES.com — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan bahwa Organisasi Angkutan Darat (Organda) memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas, keselamatan, serta kualitas layanan transportasi yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ayep Zaki dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Sukabumi yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Ayep Zaki, sektor transportasi merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan perekonomian daerah. Oleh karena itu, keberadaan Organda tidak hanya berfungsi sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan.
“Organda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi, keselamatan pengguna, serta stabilitas sistem angkutan darat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Ayep Zaki.
Ia berharap para pengurus Organda yang baru dilantik dapat mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta memiliki dedikasi dalam mendukung peningkatan layanan transportasi di Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga menyoroti tema pelantikan, “Waktuna Sukabumi Ngahiji”. Menurutnya, tema tersebut mengandung pesan kuat mengenai pentingnya persatuan dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah.
“Semangat ngahiji harus diwujudkan dalam kerja nyata antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Organda sebagai mitra strategis pembangunan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ayep Zaki mengingatkan bahwa sektor transportasi ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penataan sistem angkutan, tuntutan peningkatan pelayanan publik, hingga perkembangan teknologi transportasi.
Ia berharap Organda dapat menjadi wadah pemersatu para pelaku angkutan darat serta aktif berdialog dengan pemerintah daerah untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.
Kegiatan pelantikan tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai pentas seni budaya. Penampilan seni tradisional tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan layanan publik, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kota Sukabumi. (rus)




























