Jejak dan Persebaran Komunitas Muslim di Amerika Selatan

SUKABUMITIMES.COM – Kawasan Amerika Selatan dikenal dengan keragaman bahasa, etnis, dan budaya. Namun di balik dominasi agama-agama mayoritas, terdapat pula komunitas Muslim yang telah lama hadir dan berkembang di sejumlah negara. Meski secara jumlah relatif kecil, populasi Muslim di kawasan ini tumbuh melalui proses migrasi, hubungan dagang, serta dinamika sosial yang berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Berdasarkan data estimasi World Population Review dan sejumlah sumber lain, berikut negara-negara di Amerika Selatan dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak, yang mencerminkan jejak sejarah migrasi, integrasi budaya, serta perkembangan komunitas Islam di era modern.

Argentina

Argentina menempati posisi teratas sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Amerika Selatan. Populasi Muslim di negara ini diperkirakan mencapai sekitar 420 ribu jiwa atau sekitar 0,5 persen dari total penduduk. Keberadaan komunitas Muslim di Argentina memiliki akar sejarah panjang, bahkan ditelusuri hingga lebih dari lima abad lalu.

Jejak budaya Islam juga tercermin dalam sejumlah aspek historis, salah satunya nama Kota Cordoba yang merujuk pada pusat peradaban Islam di Andalusia. Argentina dikenal relatif ramah bagi komunitas Muslim, ditandai dengan berdirinya King Fahad Islamic Center di Buenos Aires pada 1996, yang menjadi masjid terbesar di Amerika Selatan sekaligus pusat pendidikan dan dakwah Islam. Selain itu, ketersediaan produk halal, khususnya daging sapi, cukup melimpah, didukung oleh regulasi anti-diskriminasi yang menjamin kebebasan beragama.

Suriname

Suriname menjadi negara dengan proporsi Muslim terbesar di Amerika Selatan. Sekitar 13,1 persen penduduknya atau sekitar 80 ribu jiwa memeluk agama Islam. Kuatnya populasi Muslim di Suriname berakar dari sejarah kolonial Belanda yang mendatangkan pekerja kontrak dari Asia Selatan dan Indonesia.

Hingga kini, komunitas Muslim Suriname terdiri dari keturunan Indo-Pakistan, Muslim Jawa, serta komunitas Afro-Suriname. Suriname juga mencatat sejarah politik dengan berdirinya Muslim Party pada 1946. Mayoritas Muslim bermazhab Sunni dengan variasi tradisi fikih, serta terdapat komunitas Ahmadiyah yang aktif. Negara ini menjadi salah satu anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di kawasan Amerika Selatan.

Guyana

Guyana memiliki sekitar 6,5 persen penduduk Muslim atau sekitar 50 ribu jiwa. Komunitas ini sebagian besar berasal dari keturunan migran Asia Selatan yang datang pada masa kolonial Inggris. Seiring waktu, Islam berkembang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial Guyana.

Saat ini terdapat lebih dari 150 masjid aktif di seluruh negeri, termasuk di ibu kota Georgetown. Organisasi Islam berperan dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial, serta memberikan ruang partisipasi politik bagi umat Muslim, meski tantangan modern seperti sekularisasi tetap dihadapi.

Brasil

Brasil menjadi negara dengan komunitas Muslim terbesar kedua secara absolut setelah Argentina. Jumlah penduduk Muslim diperkirakan sekitar 40 ribu orang. Konsentrasi komunitas Muslim banyak ditemukan di kota-kota besar seperti São Paulo dan Foz do Iguaçu.

Jejak Islam di Brasil bermula sejak era perdagangan budak Afrika. Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan Islam terlihat dari bertambahnya masjid, pusat kebudayaan, sekolah, hingga media komunitas. Kontribusi intelektual juga tumbuh, termasuk penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Portugis.

Chili

Chili memiliki komunitas Muslim yang relatif kecil namun terus berkembang, dengan jumlah sekitar 10 ribu orang. Pertumbuhan ini sejalan dengan arus migrasi global dan stabilitas sosial ekonomi negara tersebut.

Masjid As-Salam di Santiago, yang dibuka pada 1996, menjadi masjid pertama di Chili dan berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus aktivitas sosial komunitas Muslim di tengah masyarakat mayoritas non-Muslim.

Venezuela

Di Venezuela, populasi Muslim diperkirakan sekitar 0,5 persen dari total penduduk atau sekitar 10 ribu jiwa. Komunitas ini mayoritas berasal dari keturunan Timur Tengah, seperti Lebanon, Palestina, dan Suriah, yang menetap di Caracas dan Pulau Margarita.

Muslim di kawasan ini tumbuh melalui proses migrasi, hubungan dagang, serta dinamika sosial yang berlangsung sejak berabad-abad lalu., yang selesai dibangun pada 1993, menjadi simbol keberadaan Islam di negara tersebut. Meski minoritas, komunitas Muslim Venezuela tetap mempertahankan kehidupan keagamaan dan sosial melalui berbagai organisasi dan pusat kegiatan. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *