SUKABUMITIMES.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Palabuhanratu sejak dini hari, Senin (12/1/2026), memicu banjir yang merendam Puskesmas Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Luapan air dari sungai Ciranca yang datang tiba-tiba membuat aktivitas lumpuh dan memaksa petugas melakukan evakuasi darurat terhadap warga yang terjebak.
Personel rescue Kantor SAR Jakarta melalui Pos SAR Sukabumi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat pada pukul 05.15 WIB. Tanpa menunggu kondisi membaik, tim SAR langsung diterjunkan ke lokasi banjir untuk menyelamatkan warga yang terisolasi oleh genangan air.
“Begitu laporan kami terima, personel rescue langsung kami kerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga terdampak,” ungkap Suryo Adianto, Koordinator Pos SAR Sukabumi.
Menurut Suryo, hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak malam hingga pagi hari menyebabkan air meluap dan menggenangi area puskesmas dengan ketinggian mencapai 20 hingga 50 sentimeter.
“Kondisi tersebut membuat sejumlah warga tidak maksimal dalam menyelamatkan diri secara mandiri,” terangnya.
Dalam proses evakuasi, lanjut Suryo tim SAR bersinergi dengan BPBD dan Tagana Kabupaten Sukabumi. Berkat kerja cepat dan koordinasi lintas instansi, sekitar 10 warga yang terjebak banjir berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman tanpa laporan korban jiwa.
“Alhamdulillah seluruh warga berhasil dievakuasi dengan selamat. Keselamatan menjadi prioritas utama kami di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem,” tambah Suryo.
Seiring masih tingginya potensi hujan di wilayah Sukabumi, Basarnas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan genangan air.
“Jika masyarakat berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan bantuan evakuasi, segera hubungi Call Center Basarnas 115 atau WhatsApp Kantor SAR Jakarta di 0811-1350-115,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga di sejumlah titik rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan luapan susulan akibat cuaca ekstrem yang belum sepenuhnya mereda. (stm)





























