SUKABUMITIMES.COM – Suasana haru menyelimuti Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, saat rombongan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi datang membawa bantuan bagi warga yang masih berjuang bangkit dari bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 27 Oktober lalu.
Bencana yang menyapu dan merendam ratusan rumah warga serta merusak fasilitas ibadah itu menyisakan luka mendalam bagi ratusan keluarga dengan ribuan jiwa terdampak. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan, bersama Kasi Yandokjal Agus dan Kasi TIKIM Ready, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan.
Menurut Henki, aksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan komitmen mereka terhadap kemanusiaan.
“Kami hadir bersama-sama untuk melaksanakan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang mendapatkan kedukaan akibat banjir bandang,” ujar Henki.
Henki menjelaskan, selain bantuan sandang dan pangan, pihaknya juga menyalurkan Alquran untuk masyarakat maupun masjid-masjid yang ikut terdampak. Hal ini dilakukan lantaran bencana tersebut tidak hanya menggerus harta benda, tetapi juga merusak sejumlah perlengkapan ibadah.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat. Doa kami, masyarakat Cisolok dapat pulih dan bangkit kembali. Dengan kebersamaan, kita saling mendukung agar warga menerima bantuan yang lebih layak,” tambahnya penuh harap.
Sekretaris Desa Cikahuripan, Maulana Yusuf, turut menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang datang dari pihak Imigrasi Sukabumi. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar warga masih membutuhkan dukungan setelah bencana melanda 500 kepala keluarga atau sekitar 1.500 jiwa.
“Alhamdulillah, bantuan sembako sudah kami terima. Ini sangat membantu masyarakat yang terkena banjir,” ungkap Maulana.
Ia menjelaskan bahwa dua masjid di kampung Tugu desa Cikahuripan ikut terendam, menyebabkan banyak perlengkapan ibadah seperti Alquran rusak dan tidak dapat digunakan kembali.
“Alquran dari pihak imigrasi ini akan kami amanahkan kepada warga. Memang belum bisa mencukupi seluruhnya, tapi setidaknya ini menjadi penguat bagi masyarakat di tengah kesulitan,” jelasnya.
Maulana berharap semakin banyak pihak yang tergerak memberikan perhatian bagi warganya, agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang.
“Bantuan ini diharapkan menjadi penggerak semangat baru bagi warga untuk bangkit setelah diterjang bencana,” tandasnya. (stm)
































