Ayep Zaki Bertekad Perkuat BUMD dan BLUD, Perlu Kepemimpinan Bersih dan Profesional

SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, bahwa perusahan daerah (Perusda) baik itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak boleh menjadi beban APBD.

Hal ini disampaikan oleh wali kota Sukabumi Ayep Zaki kepada sukabumitimes.com melalui pernyataan resminya pada Senin.

“Tekad saya, BLUD dan BUMD di kota Sukabumi ini mampu menjadi mesin penggerak ekonomi daerah,” tekadnya.

Kondisi hari ini, dari kelima perusda yang dimiliki kota Sukabumi, yakni RSUD R. Syamsudin, RSUD Al-Mulk, PDAM Tirta Bumi Wibawa, PD Waluya, dan BPR Kota Sukabumi, namun baru BPR yang konsisten mencatat laba.

“Justru, empat perusahan lainnya mengalami kerugian yang tidak sedikit, yakni nilai kerugiannya mencapai Rp226 miliar dalam kurun waktu antara 2020–2024, bahkan modal PD Waluya tercatat minus,” jelas Ayep Zaki.

Dalam perjalananya, sejak awal tahun 2025 kondisi perusda mengalami perubahan yang cukup signifikan.

“Per Juli, sudah surplus hingga Rp4,4 miliar bahkan kami memproyeksikan sampai akhir tahun 2025 ini mencapai Rp15 miliar,” urainya.

“Kondisi yang demikian sebagai bukti dengan strategi yang tepat bisa membangkitkan BUMD dan BLUD,” tambah Wali Kota Ayep.

‎Menurutnya, evaluasi kinerja tak cukup hanya melihat Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Semua laporan keuangan dari laporan operasional, neraca, hingga perubahan modal harus dijadikan dasar pembenahan.

‎“Kalau semua laporan dimanfaatkan, pertumbuhan bisa seimbang pelayanan publik tetap terjaga, SDM berkembang, dan bisnis ikut tumbuh,” tegasnya.

‎Selain membenahi sistem, Ayep menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang bersih dan profesional. Ia menolak praktik nepotisme.

‎“Tidak ada posisi di BUMD atau BLUD yang diisi keluarga saya. Kita butuh orang yang benar-benar mampu membawa perusahaan daerah bersaing,” katanya.

‎Ia juga mendorong BUMD dan BLUD ikut berperan sosial melalui program CSR, seperti membantu iuran BPJS warga, penanggulangan stunting, hingga bedah rumah.

‎”Semua itu ditopang strategi “Three Winning, Winning System, Winning Team, dan Winning Concept,” ujarnya.

‎Mengelola BUMD, kata Ayep, ibarat memacu motor di lintasan balap.

‎“Banyak yang bisa naik motor, tapi tidak semua mampu melaju di sirkuit dengan aman dan cepat. Begitu juga mengelola perusahaan daerah, perlu keahlian, integritas, dan visi yang jelas,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *